• Jumat, 9 Oktober 2026
Berita Terbaru

Ihsan Smart Batik Perkenalkan RKPI pada Batik City Run

Yogyakarta, SAWIT INDONESIA – Smart Batik dengan batik berbahan malam sawit terus menunjukkan eksistensi dalam berbagai event. Kali ini, pada event Batik City Run digelar di Benteng Vredeburg Yogyakarta pada Minggu (12 Oktober 2025).

Kegiatan yang diinisiasi Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) ini bertujuan untuk mengombinasikan olahraga dengan budaya batik guna melestarikan warisan budaya Indonesia. Mendekatkan batik pada generasi muda agar tidak hanya dianggap sebagai busana formal, dan mendorong industri batik lokal serta UMKM. Acara ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan batik dan mendukung pariwisata di Yogyakarta dengan menarik peserta dari berbagai daerah.

Kegiatan Batik City Run 2025 dihadiri berbagai stakeholder, diantaranya Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Wakil Walikota Yogyakarta, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi DIY, Kepala BBSPJIKB, Kepala Balai Diklat Industri Yogyakarta, Ketua Harian Dekranasda DIY, dan juga pejabat-pejabat dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Pada momen ini, juga turut diperkenalkan asosiasi Rumah Kreatif Perkebunan Indonesia (RKPI).

RKPI merupakan asosiasi yang bertujuan menaungi UMKM-UMKM di Indonesia yang memiliki produk kreatif yang berkaitan dengan tanaman perkebunan dan turunannya. RKPI didirikan pada tanggal 7 Oktober 2025 bertepatan juga dengan Hari Ulang Tahun Kota Yogyakarta. RKPI didirikan oleh 5 orang, yaitu Miftahudin Nur Ihsan, Robi Sepria Nanda, Dinar Indah Lufita Sari, Rizky Juniyanto, dan Joko Supriyono.

RKPI didirikan di Jogja. Meskipun, komoditas perkebunan di Jogja tidak terlalu lengkap, namun Jogja terkenal dengan SDM yang kreatif dan inovatif.

Pada sesi khusus di panggung acara, Ketua Umum RKPI, Miftahudin Nur Ihsan, menjelaskan beberapa poin penting, yaitu visi dan misi RKPI untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal yang memiliki produk kreatif dari tanaman perkebunan, serta rencana kolaborasi ke depan dengan berbagai stakeholder kunci.

”Kami mohon dukungan dari stakeholder yang hadir pada kegiatan Batik City Run untuk dapat bersinergi dengan RKPI. Banyak UMKM-UMKM kita yang mengoptimalkan potensi tanaman perkebunan dari luar daerah yang kemudian diolah untuk diekspor. Mohon dukungannya, Bapak/Ibu semuanya,” ucap Ihsan dalam keterangan resmi yang diterima redaksi sawitindonesia.com.

Pembentukan asosiasi ini adalah langkah strategis untuk memperkuat peran UMKM sektor perkebunan dalam ekonomi kreatif nasional. Jogja dipilih sebagai tempat berdirinya RKPI karena Jogja merupakan provinsi di Indonesia yang dikenal memiliki UMKM-UMKM kreatif

“Kami ingin menunjukkan bahwa tanaman perkebunan bukan hanya komoditas ekspor mentah, tetapi juga sumber inspirasi untuk inovasi, desain, dan pemberdayaan masyarakat. RKPI menjadi ruang sinergi agar kreativitas lokal bisa naik kelas secara berkelanjutan,” pungkas Ihsan.

Artikel Terkait