• Sabtu, 10 Oktober 2026
Berita Terbaru

Dukung Ekspor CPO dan Mandatori B50, PT ORI Groundbreaking Industri Terpadu Rp1,6 Triliun di Siak

Siak, SAWIT INDONESIA - Pemerintah Kabupaten Siak, Riau, resmi menyambut investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dari PT Oriental Resources Indonesia (PT ORI) bernilai Rp1,6 triliun di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB). Proyek berbasis hilirisasi kelapa sawit terpadu ini menjadi penanda penting dalam mentransformasi KITB sebagai salah satu hub ekonomi baru di Pulau Sumatera.

Bupati Siak, Afni Zulkifli, menegaskan bahwa investasi ini merupakan kado istimewa Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Siak sekaligus bukti komitmen realisasi industri manufaktur nyata di daerah.

"Ini menjadi kado Hari Ulang Tahun ke-27 tahun Siak, dan penanda bahwa Badan Usaha Milik Daerah KITB Siak sedang menjadi sentral ekonomi baru di Sumatera. PT ORI juga menjadi investasi pertama berbasis hilirisasi kelapa sawit, termasuk B50. Jadi nanti pengolahan CPO dan ekspor CPO bisa selesai dari KITB Siak," kata Afni saat meresmikan dimulainya pembangunan di Tanjung Buton, Kamis (8/10/2026).

Poin-poin utama struktur investasi, fasilitas pabrik, serta kesiapan infrastruktur pendukung meliputi:

  • Skema Nilai Investasi: Total dana disalurkan dalam dua tahap berkesinambungan, masing-masing sebesar Rp800 miliar untuk pengembangan awal dan Rp800 miliar untuk tahap perluasan lanjutan.

  • Fasilitas Utama Sektor Hulu-Hilir:

  • Pabrik Kelapa Sawit (PKS): Berkapasitas 45 ton/jam.

  • Refinery Plant: Kapasitas 1.100 ton per hari (Ton Per Day/TPD).

  • Biofuel Enzimatic: Kapasitas 1.000 TPD untuk mendukung mandatori energi B50.

  • Infrastruktur Logistik: Tangki timbun (storage tank) dan Dermaga/Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

  • Fasilitas Pengolahan & Lingkungan: Dibangun Water Treatment Plant (WTP), instalasi biogas, Wastewater Treatment Plant (WWTP), gudang operasional, dan area workshop.

  • Progres Konstruksi Lapangan: Pengerjaan fisik awal sedang berlangsung mencakup pematangan lahan, penimbunan lokasi, hingga pemancangan tiang pancang (spin pile).

Hadirnya fasilitas hilirisasi terpadu milik PT ORI ini diproyeksikan memangkas biaya rantai pasok CPO Riau, mempercepat adopsi energi hijau B50, serta memperkuat daya saing ekspor komoditas sawit Indonesia langsung dari Pelabuhan Tanjung Buton.

Sumber: riau.antaranews.com

Artikel Terkait