• Sabtu, 26 September 2026
Berita Terbaru

Ancaman Stok Malaysia 3,1 Juta Ton Tekan Harga CPO Turun 2 Persen ke MYR4.666 per Ton

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berjangka merosot lebih dari 2 persen pada sesi perdagangan Jumat (25/9/2026) sore. Pelemahan ini memperpanjang tren koreksi dan mengunci posisi CPO dalam zona penurunan mingguan seiring ekspektasi lonjakan produksi serta belum melesatnya volume ekspor.

Kontrak acuan CPO pengiriman Desember di Bursa Malaysia Derivatives terperosok 2,22 persen ke level MYR4.666 per ton hingga pukul 15.17 WIB. Secara akumulatif, harga CPO telah terkoreksi 4,68 persen sepanjang pekan ini, membalikkan penguatan 1,74 persen yang diraih pada pekan sebelumnya.

Kepala Riset Sunvin Group Mumbai, Anilkumar Bagani, menilai pemangkasan bea masuk impor oleh India belum cukup kuat meredam tekanan fundamental pasar.

"Produksi minyak sawit yang lebih tinggi dari perkiraan dan ekspor yang lemah telah meningkatkan kekhawatiran bahwa stok Malaysia dapat melampaui 3,1 juta ton pada akhir September," ungkap Bagani.

Sejumlah faktor utama yang membayangi pergerakan harga CPO pada penutupan pekan ini antara lain:

Sisi Pasokan & Stok Melimpah: Puncak siklus produksi di Malaysia mendorong proyeksi persediaan menembus 3,1 juta ton, sementara dampak penurunan produksi akibat fenomena El Niño belum tepercik signifikan di pasar.

Transmisi Kebijakan India yang Lambat: Meskipun India telah memotong bea masuk dasar CPO menjadi 5 persen menjelang musim festival, aksi beli riil dari importir terbesar dunia tersebut masih relatif terbatas.

Sentimen Lemah dari Minyak Mentah: Melandainya harga minyak mentah global—seiring mengemukanya isu diplomasi AS-Iran—mengurangi daya tarik CPO sebagai bahan baku campuran biodiesel.

Dampak Nilai Tukar Ringgit: Penguatan mata uang Ringgit Malaysia sebesar 0,33 persen terhadap Dolar AS menjadikan harga CPO relatif lebih mahal bagi pembeli pemegang mata uang asing.

Sentimen negatif ini kian tebal menyusul penurunan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) sebesar 1,02 persen, sehingga membatasi ruang penguatan CPO dalam jangka pendek.

Sumber: idxchannel.com

Artikel Terkait