Sanggau, SAWIT INDONESIA – Solidaridad Network Indonesia, bekerja sama dengan mitra kerja setempat, menyelenggarakan acara Field Day di Desa Lape, Sanggau dengan tema "Petani Bermartabat, Mandiri, dan Berkelanjutan." Dengan tujuan untuk mempromosikan praktik kelapa sawit berkelanjutan dan memperkuat organisasi petani yang mandiri dan bermartabat. Acara ini dihadiri sekitar 150 petani sawit swadaya, perwakilan pemerintah, dan pemangku kepentingan utama, termasuk Bapak Paolus Hadi, S.IP., M.Si. (Anggota Komisi IV DPR RI, Dapil II Kalimantan Barat) yang menandai langkah signifikan menuju pertanian yang inklusif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Acara ini juga menjadi ajang unjuk keberhasilan program Sekolah Lapangan/SL dalam melatih petani sawit swadaya untuk mengadopsi metode praktik pertanian terbaik, termasuk budidaya kelapa sawit ramah lingkungan, mitigasi risiko deforestasi, dan meningkatkan hasil panen. Petani alumni SL nantinya akan menjadi petani fasilitator yang mengajarkan materi-materi SL kepada rekan-rekan petani di desa lain yang belum mendapatkan kesempatan belajar selama 10 kali pertemuan.
Hadir sebagai tamu istimewa, Paolus Hadi yang juga pernah menjabat Wakil Bupati Sanggau (2009-2014) dan Bupati Sanggau 2 periode (2014-2019 dan 2019-2024) yang menekankan pentingnya formalisasi kelompok tani, contohnya APKS KK (Aliansi Petani Kelapa Sawit Keling Kumang) untuk meningkatkan akses terhadap sumber daya, pasar, dan advokasi kebijakan. Di sisi lain kolaborasi dengan CU Keling Kumang (CUKK) dan PPKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit) Parindu dinilai penting untuk meningkatkan dampak ekonomi dan produksi kelapa sawit.
Perwakilan dari DISBUNNAK (Dinas Perkebunan dan Peternakan) Sanggau, Camat Kapuas, Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah), Pemerintah Desa Lape, dan Solidaridad Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung petani sawit swadaya melalui kemitraan yang selaras dengan tujuan keberlanjutan nasional dan tuntutan pasar global.
"Minyak kelapa sawit yang berkelanjutan bukan hanya keharusan bagi lingkungan, tetapi juga peluang ekonomi Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Melalui program SL dan kemitraan dengan Solidaridad, kita dapat memastikan bahwa petani sawit swadaya telah mendapat pembekalan pengetahuan untuk berkembang, sekaligus mempraktikkan pertanian terbaik ramah lingkungan," ujar Paolus Hadi.
"Field Day menggarisbawahi misi organisasi kami untuk menjembatani kesenjangan antara petani, pasar, dan pembuat kebijakan. Dengan memberdayakan petani sawit swadaya pada pengetahuan dan perangkat organisasi, kami berharap dapat membantu membangun masa depan di mana produktivitas dan keberlanjutan berjalan beriringan," ujar Yeni Fitriyanti, Country Manager Solidaridad Indonesia.
Mata acara lainnya dalam Field Day di desa Lape, Sanggau termasuk sosialisasi Surat Tanda Daftar Budidaya Elektronik (E-STDB) dan Sertifikasi oleh DISBUNNAK Sanggau, Pemaparan RTL (Rencana Tindak Lanjut) kegiatan bersama, dan perayaan 10 tahun Solidaridad di Indonesia.
Field Day di Indonesia memiliki sejarah yang kaya berawal dari Sekolah Lapangan Petani FAO (organisasi pangan PBB) pada tahun 1989 dan telah berkembang menjadi alat yang penting untuk penyuluhan pertanian dan pemberdayaan petani. Peringatan Field Day terkini menunjukkan hubungan yang berkesinambungan dengan fokus pada isu keberlanjutan, pembelajaran masyarakat, dan inovasi lokal. Acara-acara yang digelar pada Field Day tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian tetapi juga memperkuat masyarakat pertanian, yang sejalan dengan tujuan nasional untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.














