Apakah Fasilitas Kredit Untuk Ekspansi Batubara?
Walaupun demikian, pelaku pasar masih menerka-nerka tujuan penjaminan saham ini. Apakah untuk memperluas ekspansi bisnis kedua perusahaan atau berkaitan dengan aksi bisnis Haji Isam sebagai pemilik grup?
Sebagai informasi, Haji Isam baru menyelesaikan akuisisi saham sebesar 30,25% atau setara 10,08 miliar saham (setara 30,25%) milik PT Bayan Resources Tbk (BYAN) pada 7 Oktober 2026.
Direktur Bayan Resources Jenny Quantero menyampaikan penyelesaian transaksi tersebut merupakan tindak lanjut Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat yang telah disepakati pada 16 September 2026 dan kemudian diamendemen pada 1 Oktober 2026.
“Setelah penyelesaian transaksi, PT Jhonlin Baratama memiliki 10,08 miliar saham biasa BYAN atau setara dengan 30,25% dari modal ditempatkan dan disetor BYAN,” sebagaimana dikutip dalam keterbukaan informasi, Kamis (8 Oktober 2026).
Sepanjang 2025, BYAN memproduksi 68,0 juta ton batu bara atau lebih tinggi daripada tahun sebelumnya sebesar 56,9 juta ton. Perseroan membukukan pendapatan sebesar US,43 miliar (sekitar Rp57,31 triliun) sepanjang tahun 2025, turun tipis 0,58% daripada tahun sebelumnya yang mencapai US,45 miliar.














