• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Dekan FISIP UMJ, Prof. Evi: Ahli Gizi Jadi Core pada Program Makan Bergizi Gratis

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menuai komentar dari berbagai kalangan. Terutama pasca terjadinya keracunan makanan (MBG) di berbagai daerah. Salah satunya, akademisi dari perguruan tinggi swasta di Jakarta, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Evi Satispi, S.P., M.Si., saat ditemui usai konferensi pers di Uji Kompetensi Wartawan ke-17, di Jakarta. Ia menyebut perlunya rekomendasi dari ahli gizi. "Sebetulnya yang menjadi core dari program MBG adalah orang (ahli) gizi. Sedangkan pihak lain mendukung sehingga program ini berjalan dengan baik sesuai dengan tujuannya," kata Prof Evi. "Seperti masa pandemi (Covid) beberapa tahun lalu, Kementerian Kesehatan menjadi core dalam penangangannya, sementara yang lain mendukung. Ini akan lebih baik dalam penanganan," imbuhnya. Program MBG sangat perlu melibatkan ahli gizi untuk reformasi, pengawasan, dan edukasi yang tepat guna memastikan gizi seimbang, mencegah keracunan makanan, serta menciptakan generasi yang sehat. Ahli gizi penting untuk menetapkan standar gizi, memantau kualitas makanan dari bahan baku hingga penyajian, memberikan edukasi gizi kepada penerima manfaat dan pelaksana, serta memastikan program berjalan sesuai tujuan. Meski ada beberapa kendala dalam pelaksanaannya, Prof. Evi berharap program MBG terus berjalan, sebab memang tujuannya baik salah satunya mengurangi stunting. "Keberhasilan program MBG menurutnya dari segi aspek jangka panjangnya yaitu anak Indonesia sehat semua, tidak pernah sakit, aktif di sekolah dan menjadi anak yang cerdas," harapnya. Indikator keberhasilan dari program MBG, pada jangka Panjang anak-anak Indonesia sehat dan cerdas, tidak ada lagi yang mengalami gizi buruk dan stunting. Terutama indikator yang jangka pendek, (anak-anak) penerima program MBG dalam satu semester itu tidak pernah sakit.

Artikel Terkait