• Senin, 21 September 2026
Berita Terbaru

Dari Sampah Jadi Rupiah, Wilmar Bantu Hidupkan TPS3R Sembuluh

Seruyan, SAWIT INDONESIA — Sampah dari aktivitas perusahaan tak lagi sekadar menjadi limbah. Di Desa Sembuluh I, Kabupaten Seruyan, sampah terpilah mulai diarahkan menjadi bahan baku yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menopang keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan PT Kerry Sawit Indonesia (KSY), Wilmar Group, melalui kerja sama dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pejuang Muda selaku pengelola Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Sembuluh I.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengelolaan sampah pada 19 Agustus 2026. Melalui kerja sama ini, sampah dari kegiatan operasional perusahaan dan karyawan yang telah dipilah dari sumbernya disalurkan ke TPS3R untuk dikelola dan dimanfaatkan kembali.

Pada pengiriman perdana, Wilmar menyalurkan 113 kilogram sampah kardus dan 50 kilogram sampah plastik, atau total 163 kilogram sampah anorganik. Material tersebut menjadi tambahan pasokan bagi TPS3R untuk menjalankan aktivitas pengolahan dan pemanfaatan sampah.

Kepala Desa Sembuluh I, Hery Subrata, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, keberadaan TPS3R tidak hanya penting untuk mengurangi persoalan sampah, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Selain memperoleh pasokan dari perusahaan, KSM Pejuang Muda selama dua bulan terakhir juga telah menerima sampah dari 388 keluarga. Kondisi tersebut menunjukkan mulai terbentuknya ekosistem pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat dan perusahaan.

“Kerja sama dengan perusahaan sangat membantu operasionalisasi TPS3R agar mampu mandiri dan menyerap tenaga kerja,” ujar Hery.

Dari sisi pemerintah daerah, kerja sama tersebut dinilai dapat menjadi contoh kolaborasi dalam menangani persoalan sampah sekaligus memberdayakan masyarakat.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Seruyan, Muhammad Taufik, mengapresiasi langkah Wilmar dan berharap kolaborasi serupa dapat menginspirasi berbagai pihak.

“Upaya menjaga lingkungan membutuhkan dukungan semua pihak,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Seruyan, Akhmad Hidayat. Ia berharap kerja sama tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap pengelolaan sampah di Kabupaten Seruyan dan berjalan secara berkelanjutan.

“Kerja sama ini semoga dapat membantu pengelolaan sampah Kabupaten Seruyan dan semoga dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.

Manager Corporate Social Responsibility Wilmar Group Kalimantan Tengah, Widiyanto, mengatakan perusahaan dalam kerja sama tersebut menyediakan material sampah anorganik berupa kertas, plastik, dan logam yang berasal dari aktivitas operasional perusahaan serta karyawan.

Sebelum disalurkan, sampah telah dipilah dari sumbernya dan dipastikan tidak tercampur dengan bahan berbahaya dan beracun (B3). Dengan demikian, material yang dikirim dapat langsung dikelola oleh TPS3R sesuai jenis dan peruntukannya.

Menurut Widiyanto, salah satu persoalan yang kerap dihadapi unit pengelola sampah adalah keberlanjutan pasokan bahan baku. Oleh karena itu, keterlibatan perusahaan diharapkan dapat memberikan kepastian pasokan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

“Perusahaan dapat menjamin pasokan sampah ke TPS3R yang selama ini menjadi kendala utama keberlanjutan unit pengelola sampah. Di sisi lain masyarakat mendapatkan nilai tambah dari pengelolaannya,” kata Widiyanto, dalam keterangan tertulis.

Kerja sama tersebut pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai bagaimana sampah dibuang, tetapi bagaimana sampah dipilah, dikelola, dan dikembalikan menjadi sumber nilai ekonomi. Bagi TPS3R Sembuluh I, dukungan pasokan dari perusahaan dan masyarakat menjadi modal untuk terus mengembangkan pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan.

Artikel Terkait