• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Bumitama Ekspansi Dukungan Perhutanan Sosial Kalimantan

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Bumitama Gunajaya Agro (BGA) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Pemberdayaan Kelompok Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Meniti Fajar untuk mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati dan pemberdayaan masyarakat di Hutan Kemasyarakatan (HKM) Meniti Fajar.

Penandatangan tersebut dilakukan oleh Bumitama bersama Ketua HKm Meniti Fajar Sarwani dan Kepala Kepala KPHP Kotawaringin Barat Anwari Delmi, S.Hut pada 25 November 2024 di Kelurahan Raja Seberang, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Penandatangan MoU juga disaksikan langsung oleh Lurah Raja Seberang Yaumil, S.STP dan para pengurus dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) HKm Meniti Fajar.

Melalui MoU tersebut, HKm Meniti Fajar bersama PT BGA terlebih dahulu akan mengidentifikasi potensi sumber daya alam yang dimiliki HKm Meniti Fajar (1.909 ha) baik dari segi keanekaragaman hayati flora dan fauna, hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, serta kondisi sosial budaya masyarakat setempat agar program dan rencana jangka panjang 25 tahun yang disusun sesuai dengan potensi lokal setempat. Kerja sama ini difokuskan pada pengelolaan dan pemanfaatan Hkm secara lestari untuk meningkatkan kualitas sumber daya alam dan perkembangan masyarakat sekitar.

Lurah Raja Seberang, Yaumil, mengungkapkan rasa bangga atas terjalinnya kerja sama ini. Ia berharap kerja sama ini dapat membawa dampak positif bagi kemajuan wilayah Kelurahan Raja Seberang. "Kami berharap kerja sama ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui sektor UMKM dan pariwisata berbasis ekowisata. Potensi sungai Sepingit dan Selangkun harus dimanfaatkan secara optimal tanpa merusak ekosistem alam," ujar Yaumil.

Perwakilan BGA, Andi Muhammad Amin, menegaskan bahwa ini adalah upaya untuk mendukung ekonomi lokal melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Kami berharap kerja sama ini dapat membantu mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh HKm Meniti Fajar agar dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Ketertarikan BGA untuk bekerja sama dengan HKm Meniti Fajar berangkat dari komitmen tinggi para anggota HKm dalam menjaga kelestarian alam, terlihat dari kualitas ekosistemnya yang masih terjaga dengan baik, terutama ekosistem langka seperti gambut. Selain itu, rawa air tawar yang berada di area HKm merupakan kawasan persinggahan burung migran yang akan menjadi daya tarik tersendiri jika dikembangkan menjadi ekowisata. Lokasi HKm yang tidak jauh dari Kota Pangkalan Bun pun akan memudahkan rencana pengembangan ekowisata ini.

Sampai dengan 2024, PT BGA telah bermitra dengan 7 perhutanan sosial dengan total luas area 16.624 ha. Dari tujuh perhutanan sosial tersebut, tiga di antaranya adalah tiga Hutan Desa yang berlokasi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sementara itu, di Kalimantan Tengah PT BGA bermitra dengan dua HTR dan satu HKm di Kabupaten Lamandau, serta terbaru dengan HKm Meniti Fajar di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Melalui kerja sama ini, berbagai inisiatif akan dikembangkan, mulai dari peningkatan kapasitas KUPS melalui pelatihan dan pendampingan, pembinaan UMKM, rehabilitasi dengan agroforestri, hingga pengembangan ekowisata yang mampu menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Selain itu, pemberdayaan kelompok tani akan dirancang agar memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak keseimbangan ekosistem.

Sebagai bagian seremoni peresmian kerja sama, turut dilaksanakan juga penanaman bersama bibit kakao di area KTH Meniti Fajar, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) pada 28 November 2024. Tanaman kakao ini direncanakan untuk pengembangan hingga mencapai target 5.000 batang.

Artikel Terkait