Benih iCalix Tawarkan Potensi Produktivitas Tinggi

Minamas Plantation akan mengkomersialkan benih sawit unggul bernama iCalix. Varietas ini  persilangan antara induk Dura Banting terseleksi dengan induk Pisifera AVROS dari Afrika. Di Indonesia, kapasitas produksi iCalix diperkirakan 1,8 juta-2 juta kecambah tiap tahun.

“Kami pasarkan benih iCalix untuk melengkapi permintaan benih sawit di Indonesia. Benih yang dihasilkan memiliki potensi produksi terbaik dan berkualitas ,” ujar Burhanudin Saragih, Head of Breeding and Seed Production Minamas Research Centre (MRC).

Minamas Plantations memulai riset dan pengembangan benih unggul iCalix sejak  2010 melalui pusat penelitian MRCyang berlokasi di Riau. Pada bulan Februari lalu, Minamas Plantation telah resmi menerima Surat Persetujuan Penerbitan Benih Kelapa Sawit (SP2BKS) dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Indonesia.

“Saya mewakili Minamas Plantation mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kepercayaan Pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Pertanian beserta seluruh jajarannya sehingga kami dapat menjadi salah satu pelaku bisnis benih kelapa sawit unggul di Indonesia”, ungkap Shamsuddin Muhammad, Direktur Utama Minamas Plantation.

Benih yang diproduksi dan disalurkan saat ini merupakan benih iCalix yang didapatkan dari persilangan antara induk Dura Banting terseleksi dengan induk Pisifera AVROS yang berasal dari Afrika, karena dinilai paling cocok untuk menghasilkan bibit berkualitas dengan tingkat produksi yang tinggi.

“Benih iCalix memiliki potensi produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 30,9  ton per hektar per tahun dan juga bisa menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) 8,5 ton per hektare per tahun. Dibandingkan dengan benih lain iCalix memiliki keunggulan dari sisi kandungan dan produksi minyak yang tinggi serta pertumbuhan tinggi pohon yang agak lambat. Selain itu, iCalix juga memiliki rasio oil to bunch yang tinggi artinya memiliki potensi kandungan minyak yang tinggi dalam setiap tandannya. Tanaman mulai dapat dipanen pada umur 24 bulan setelah tanam di lapangan dan juga relatif tahan terhadap penyakit Ganoderma,” ujar Head MRC, Dr. Shahrakbah Yacob.

Dari total kapasitas produksi benih Minamas Research Center sebesar 3 juta benih, sekitar 60% di antaranya merupakan produksi varietas iCalix, 30% untuk varietas Simalungun, dan 10% produksi varietas SAIN. Shahrakbah mengatakan kapasitas produksi benih bisa ditingkatkan mengingat perusahaan baru memanfaatkan sekitar 12% dari 2.676 pohon induk.

Hingga saat ini, kapasitas produksi kecambah iCalix mampu mencapai 2 juta butir kecambah per tahun dan penggunaannya lebih ditujukan untuk memenuhi kebutuhan internal dahulu sebelum dipasarkan secara komersial ke pelanggan eksternal, termasuk kebun plasma.

Bagi konsumen yang tertarik membeli iCalix, saat ini pembelian hanya dapat dilakukan di kantor MRC – Riau dengan harga kisaran Rp. 10.000 per butir.

“Kami berharap bahwa terobosan-terobosan yang kami upayakan saat ini sejalan dalam mendukung program peremajaan sawit dan intensifikasi lahan sawit nasional yang berkelanjutan.  Kedepannya, iCalix juga akan dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan petani plasma Minamas Plantation yang memasuki masa replanting”, katanya.

Melalui pelepasan perdana benih iCalix ini, Minamas Plantation akan terus berfokus pada intensifikasi perkebunan dengan meningkatkan kualitas produk di lahan yang sudah ada, menerapkan praktik agronomi terbaik, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung upaya Pemerintah dalam program peremajaan kebun kelapa sawit serta peningkatan daya saing produk kelapa sawit nasional.

Shahrakbah Yacob mengatakan bahwa selama ini pemasaran benih varietas unggul hasil riset hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan internal perusahaan.

Namun, kebijakan moratorium pembukaan lahan baru membuat ekstensifikasi lahan baru sawit yang berdampak pada turunnya serapan benih. “Kami punya program untuk memasarkan iCalix ke luar Indonesia. Sejauh ini kami sudah lakukan pengiriman ke Gabon, negara-negara Afrika dan India, ke negara-negara yang potensial untuk sawit,” katanya.

Varietas iCalix bakal menjadi benih pertama yang dikomersialisasikan Minamas. Selama ini, perusahaan baru memanfaatkan benih produksinya untuk kebutuhan peremajaan kebun-kebun milik internal.

“Kebutuhan benih perusahaan setiap tahunnya mencapai 2 juta butir. Target peremajaan internal sendiri sekitar 5% sampai 6% setiap tahunnya dari total kebun yang kami miliki,” tuturnya.

Minamas memiliki hak guna usaha (HGU) seluas 273.331 hektare (ha) yang tersebar di sejumlah provinsi di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Dari jumlah ini, 202.302 ha di antaranya telah ditanami sawit atau mewakili 74% dari total lahan yang dikelola.

Pemasaran benih iCalix

Direktur Utama Minamas Plantation Shamsuddin Muhammad mengharapkan dirilisnya benih unggul iCalix dapat menjadi opsi utama dalam peningkatan produktivitas tanaman sawit mengingat tidak ada penambahan area tanam sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan moratorium.

Minamas Plantation akan merilis benih unggul iCalix pada Mei 2020 ke pasaran dalam mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing produk sawit nasional. Walaupun penjualan benih sawit rendah tahun ini, akan tetapi pihak Minamas tetap optimis iCalix akan diterima konsumen di Indonesia.

Peluang ini antara lain dari pengggunaan benih untuk kegiatan program peremajaan sawit rakyat. Peremajaan bertujua meningkatkan produktivitas kebun petani mandiri.

“Meningkatnya permintaan pada produk berbahan baku minyak sawit memaksa pelaku usaha untuk meningkatkan produksinya tanpa melakukan perluasan lahan. Untuk meningkatkan produksi, intensifikasi dapat menjadi jawaban,” kata Shamsuddin.

Benih iCalix sendiri disebut memiliki potensi produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 30,9 ton per ha per tahun dan CPO mencapai 8,5 ton per ha per tahun. Dibandingkan dengan benih lain, iCalix diklaim memiliki keunggulan dari sisi kandungan dan produksi minyak dalam setiap tandannya.

(Selengkapnya dapat di baca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 97)

7 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like