Kalbar, SAWIT INDONESIA - Sebanyak 67 anak muda Kalimantan Barat yang tergabung dalam Forest Youthverse Resilience (FYVR) Summit melahirkan beragam inovasi dan gagasan konkret untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta melestarikan ekosistem hutan.
Agenda ini diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) BP2SDM Kementerian Kehutanan, bekerja sama dengan BPHL Wilayah X Pontianak dan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura.
Dalam ajang ini, 11 kelompok Generasi Pelestari Hutan (Genries) mempresentasikan rencana aksi mereka dan mendapatkan Fireline Experience—simulasi pemadaman serta edukasi prosedur keselamatan secara langsung bersama Manggala Agni Daops Kalimantan VIII/Pontianak.
Plt. Kepala BPHL Wilayah X Pontianak, Irwan Instanto Purwadi Damaryono, menekankan pentingnya pendekatan baru berbasis pemuda dalam menanggulangi karhutla di daerah.
“Pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk generasi muda. Melalui Forest Youthverse Resilience, kami berharap Genries mampu membawa gagasan, kreativitas, dan cara-cara baru untuk ikut mencegah karhutla sekaligus menjaga hutan Kalimantan Barat,” ujar Irwan.
Poin-poin utama inovasi pemuda, pengalaman lapangan, serta dorongan kolaborasi meliputi:
- Ragam Inovasi Berbasis Aksesibilitas & Teknologi: Tercipta gagasan sistem pencegahan dan mitigasi seperti Fireguard, Rumah Asap, Sekat Bakar, Kalbar Fireguard "Kemarau Siaga, Gambut Terjaga", Sigap Rimba, hingga SI-GABUS.
- Pengelolaan Lingkungan & Ekonomi Sirkular: Para pemuda menyusun skema pemanfaatan limbah penggergajian kayu untuk menekan pembakaran terbuka, pemberdayaan mangrove berbasis digital, rehabilitasi DAS, hingga gerakan Satu Orang Satu Pohon.
- Edukasi Praktis Lapangan: Kepala Pusgenri Kementerian Kehutanan, Luckmi Purwandari, menyebut pengalaman terjun langsung bersama Manggala Agni bertujuan agar generasi muda memahami dinamika nyata penanganan karhutla di luar ruang kelas.
- Penguatan Sinergi & Lanjutan Pendampingan: Dekan Fakultas Kehutanan Untan, Farah Diba, mendorong peserta membangun kolaborasi lintas sektor. Pusgenri memastikan seluruh inovasi hasil pitching akan mendapatkan pendampingan lanjutan bersama UPT Kementerian Kehutanan dan mitra komunitas.
Mengusung tema “Forest Youth for Resilient Forests: Generasi Tangguh Menangani Karhutla, Menguatkan Hutan, Mewujudkan Masa Depan Berkelanjutan”, FYVR Summit menjadi wadah nyata penetrasi aksi kepemudaan dalam menjaga ketahanan hutan Kalimantan Barat secara berkelanjutan.
Sumber: kehutanan.go.id














