• Senin, 21 September 2026
Berita Terbaru

Asa Kurnia Jadi Perawat dari PT Sari Aditya Loka (PT SAL)

Jakarta, SAWIT INDONESIA - PT Sari Aditya Loka (PT SAL), sukses membina salah satu dari Suku Anak Dalam (SAD) yang menjadi mahasiswa keperawatan pertama. Prestasi ini tidak hanya mencerminkan tekad dan keberhasilan pribadi Kurnia, tetapi juga menunjukkan komitmen tinggi PT SAL dalam mendukung pendidikan masyarakat SAD.

Asisten CSR PT SAL, Slamet Riyadi, menyampaikan dalam perjalanan pendidikannya, Kurnia mendapatkan dukungan penuh dari PT SAL, yang telah lama berkomitmen terhadap program pendidikan di wilayah binaannya.

“Dukungan ini tidak hanya mencakup bantuan finansial tetapi juga pendampingan dan motivasi untuk mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi oleh siswa-siswi SAD,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima redakasi sawit indonesia.com, pada Rabu (21 Februari 2024).

Lebih lanjut, Slamet menambahkan, PT SAL berkomitmen tinggi pada pendidikan masyarakat SAD, alhamdulilah buktinya tatelah kita lihat bersama. Semoga ini menjadi semangat untuk anak-anak SAD lainya. Perusahaan siap support, menyongsong masa depan cerah bagi SAD,” tambahnya.

Kurnia menjadi salah satu mahasiswa dari 231 mahasiswa dari Program Studi D-III Keperawatan dan Sarjana Terapan Keperawatan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jambi.

Prestasi Kurnia mencapai puncak saat ia berhasil melanjutkan studinya ke Program D-III Keperawatan di Poltekkes Kemenkes Jambi. Kurnia tidak hanya merayakan keberhasilannya sebagai mahasiswa perawat, tetapi juga menjadi simbol harapan bagi SAD dan bukti bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengubah nasib.

Direktur Poltekkes Kemenkes Jambi, Dr. Rusmimpong, mengungkapkan apresiasi atas kontribusi PT SAL dalam mendukung pendidikan dan membuka pintu bagi masyarakat SAD untuk meraih mimpi mereka.

"Kami sangat mengapresiasi komitmen tinggi PT SAL dalam mencetak sejarah dengan mendukung pendidikan masyarakat SAD untuk meraih masa depan yang lebih baik," ujar Dr. Rusmimpong.

Pernyataan tersebut juga menekankan bahwa keberhasilan Kurnia bukan hanya prestasi individu, tetapi juga hasil dari kolaborasi yang kuat antara sektor swasta, lembaga pendidikan, dan masyarakat lokal. PT SAL tidak hanya memberikan harapan pada Kurnia, tetapi juga membuka peluang baru bagi generasi SAD berikutnya.

Melalui pencapaian Kurnia, PT SAL membuktikan bahwa perusahaan swasta dapat memiliki dampak positif yang signifikan pada pembangunan sosial dan pendidikan masyarakat di sekitarnya.

"Rasa terimakasih saya tak cukup bila diungkapkan melalui kata-kata," Sangat bersyukur dan bangga karena telah dipercaya menerima Beasiswa program PT. SAL,” ungkap Kurnia.

Kurnia, berasal dari kelompok Temenggung Nangkus di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, memiliki kisah perjalanan pendidikan yang luar biasa. Aturan adat yang melarang perempuan SAD untuk sekolah jauh dari orang tua menjadi hambatan besar, namun, dengan dukungan kuat dari keluarganya, terutama ayahnya, Pak Nugrah, Kurnia berhasil melangkah melawan tradisi dan meraih kesuksesan.

Artikel Terkait