• Minggu, 4 Oktober 2026
Berita Terbaru

AKTIVITAS KASTRASI MERUPAKAN BAGIAN TERPENTING UTK KUALITAS DAN KUANTITAS TBS

SAWIT INDONESIA - Aktivitas kastarsi bukan hal yang baru bagi pekebun kelapa sawit, namun pekebun enggan membuang seludang dan buah yang ada padahal berat janjangnya masih rata rata 2-3 kg serta fruit set nya masih rendah.

Materi tentang manfaat kastrasi merupakan bagian dari materi yang disampaikan narasumber dari Best Planter Indonesia (BPI) yang dipercaya oleh BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan) serta Ditjenbun untuk menyelenggarakan pelatihan sawit dalam rangka program pengembangan Sumber daya Manusia Perkebunan (SDM Perkebunan) tahun 2026, mengusung modul “Teknis Budidaya Kelapa Sawit“. Tahun ini menjadi tahun ke-5 kontribusi BPI pada program ini.

Peserta pelatihan ditahun 2026 ini, berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 185 orang yang terbagi atas 6 kelas paralel. Kegiatan berlangsung di Hotel Furaya pada tanggal 8 – 13 Juni 2026 di kota Pekanbaru – Riau. Kegiatan ini terselenggara atas Kerjasama BPDP, Ditjenbun, Disbun Provinsi Riau dan Disbunnak Kab. Kuantan Singingi.

Dengan tagline 100% Best Pratices, BPI memilih narasumber pelatihan dengan latar belakang praktisi perkebunan sawit yang memiliki pengalaman memadai untuk disampaikan ke peserta. Pengalaman sebagai planter inilah yang memudahkan narasumber mentransfer ilmu dan pengetahuan kepada peserta, karena berasal dari kisah nyata yang sebelumnya pernah dialami oleh narasumber.

Dalam Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit, salah satu materi yang disampaikan oleh Narasumber yaitu Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM).

Pada materi pemeliharaan TBM ada aktivias : 1) Konsolidasi, 2) Sulam, 3) Buka Piringan, 4) Rawat Gawangan, 5) Pemupukan, 6) Buka Pasar Pikul/ Path, 7) Buka TPH, 8) Kastrasi, 9). Sanitasi. Aktivitas poin 1 dan poin 2 bertujuan untuk mempertahankan jumlah pokok per Ha (SPH) tetap terjaga tanpa kurang 1 pokok pun (full stand).

Fokus pada Pemeliharaan TBM, aktivitas kastrasi merupakan bagian penting untuk mendapatkan Kuantitas dan Kualitas TBS (Tandan Buah Segar). KASTRASI adalah kegiatan membuang seludang (bunga betina), buah muda (buah cengkeh) dan bunga jantan, untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman (terutama bonggol atau pangkal batang) kelapa sawit serta mengurangi resiko serangan jamur Marasmius, sp.

Pada bibit sawit varietas unggul dengan pemeliharaan standar, kastrasi dapat dimulai apabila 50% pohon sawit sudah mengeluarkan seludang. Biasanya kastrasi dilakukan umur 14, 16, 18, 20, 22, 24, bulan (setiap selang waktu 2 bulan). Pada Kastrasi terakhir umur 24 bulan, bunga jantan tidak dibuang, karena menjadi rumahnya serangga penyerbuk eladebious dan sumber pollen untuk penyerbukan. 6 bulan kemudian, diumur 30 bulan bisa dilakukan panen perdana (panen buah pasir).

Pada saat melakukan kastrasi dilakukan perhitungan jumlah pohon yang dikastarsi (pohon sampel), jumlah janjang atau seludang per pokok sampel, sehingga bisa diestimasi jumlah janjang panen per tahun. Dikalikan dengan rata – rata berat janjang, maka diperoleh estimasi produksi per tahun pada waktu panen perdana.

Manfaat Kastarsi adalah: 1) Pertumbuhan vegetatif kuat, kokoh dan seragam; 2) Membuat bonggol batang bawah besar dan seragam; 3) Mengurangi resiko penyakit busuk buah (Marasmius, sp) dan ulat buah (Tirataba, sp); 4) Berat TBS menjadi seragam.

Diharapkan, peserta pelatihan budidaya kelapa sawit bisa menerapkan aktivtas kastrasi ini dikebunnya masing – masing pasca pelatihan demi mencapai peningkatan produksi. Semoga berhasil dan tetap semangat.

Artikel Terkait