• Minggu, 20 September 2026
Berita Terbaru

AKPY-BPDP-Ditjenbun Perkuat SDM Pekebun untuk Pacu Produktivitas Sawit Barito Utara

Palangka Raya, SAWIT INDONESIA - Peningkatan produktivitas sawit rakyat di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, tidak cukup hanya mengandalkan luas lahan dan pengalaman. Penguatan sumber daya manusia (SDM) pekebun menjadi faktor penting agar mampu menghadapi tantangan budidaya dan meningkatkan hasil kebun secara berkelanjutan.

Hal tersebut menjadi fokus Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) 2026 yang diikuti 171 peserta (mayoritas pekebun dan enam ASN) dari Kabupaten Barito Utara pada 10-15 Agustus 2026. Kegiatan ini didukung BPDP dan Ditjenbun serta dilaksanakan AKPY.

Wakil Direktur AKPY, Dr. Idum Satia Santi, S.P., M.P., mengatakan peningkatan kompetensi pekebun diperlukan karena produktivitas sawit rakyat masih menghadapi berbagai tantangan.

"Dari sisi produktivitas masih rendah, mau tidak mau harus diakui seperti itu," kata Idum.

Menurutnya, pekebun harus mulai beradaptasi dengan perubahan iklim, termasuk ancaman El Nino dan kekeringan. Perubahan iklim juga dapat memengaruhi perkembangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Selain itu, pemupukan dan penggunaan benih menjadi persoalan penting. Pekebun perlu memahami kebutuhan pupuk tanaman dan tidak melakukan penghematan secara berlebihan. Sementara dalam memilih bibit, pekebun harus memastikan kualitas dan sumbernya. "Sekali kita salah, 25 tahun kita akan merana," tegas Idum, pada Senin (10 Agustus 2026), di Palangka Raya.

Maka, pelatihan teknis budidaya diperlukan agar pekebun memiliki pengetahuan yang tepat sejak pembangunan hingga pemeliharaan kebun. Peserta tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mengikuti praktik lapangan dan field trip ke PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) untuk melihat langsung penerapan pengelolaan kebun yang baik.

Idum menekankan pengalaman pekebun tetap menjadi modal penting, tetapi perlu dipadukan dengan pengetahuan berbasis kajian ilmiah dan data.

"Petani tidak hanya belajar dari pengalaman saja, tetapi juga perlu melakukan teknis budidaya sesuai kajian ilmiah berdasarkan data," ujarnya.

Menurutnya, petani yang hebat bukan hanya ditentukan oleh luas lahan, tetapi oleh kemauan untuk terus belajar dan berinovasi.

SDM Terampil Jadi Penentu

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara, Adi Haryadi, S.Pi., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing SDM perkebunan.

Menurut Adi, sawit memiliki peran strategis bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Barito Utara. Namun, peningkatan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional.

"Untuk mencapai produktivitas yang optimal dan berkelanjutan, kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama secara konvensional," katanya.

Ia meminta 171 peserta memanfaatkan pelatihan untuk memperbarui pengetahuan dan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi di kebun. Ilmu yang diperoleh juga diharapkan dapat diterapkan dan dibagikan kepada kelompok tani serta masyarakat sekitar.

"Keberhasilan pembangunan perkebunan di Barito Utara berada di tangan SDM yang terampil, mandiri, dan terus berinovasi," ujar Adi.

Pelatihan ini diharapkan membekali pekebun dengan kemampuan menghadapi perubahan iklim, memilih bahan tanam berkualitas, menerapkan pemupukan secara tepat, mengelola OPT, serta menjalankan budidaya berdasarkan ilmu dan data.

Dengan SDM yang terus belajar dan berinovasi, produktivitas sawit rakyat di Barito Utara diharapkan meningkat tanpa harus bergantung pada perluasan lahan.

Artikel Terkait