6. Salim Ivomas Pratama Tbk
PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bruto naik 16% yoy menjadi Rp874 miliar.
Kenaikan laba bersih ini ditopang pendapatan sebesar Rp 9,63 triliun hingga akhir Juni 2026. Capaian pendapatan tersebut tumbuh sebesar 2% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi kuat dari dua divisi utama perusahaan.
Laba bruto mencapai Rp2,19 triliun dan laba usaha naik 17% yoy menjadi Rp1,78 triliun di akhir Juni 2026.
Paulus Moleonoto, Direktur Utama Grup SIMP mengatakan, peningkatan kinerja dikontribusikan dari Divisi Perkebunan dan Divisi Minyak dan Lemak Nabati.
“Terutama, karena kenaikan harga jual rata-rata dan volume penjualan produk sawit dan produk minyak & lemak nabati,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Senin (3/8/2026).
7. PT Sumber Tani Agung Resources Tbk
Di semester pertama, PT Sumber Tani Agung Resources Tbk meraup pendapatan Rp 6,070 triliun atau tumbuh 69,1% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 3,59 triliun.
“Kenaikan ini didorong oleh kontribusi penuh dari operasi kilang yang mulai beroperasi pada semester kedua tahun lalu,” ungkap Mosfly Ang, Direktur Utama PT Sumber Tani Agung Resources Tbk, dalam keterangan tertulis.
Pertumbuhan pendapatan juga mendongkrak laba bersih emiten berkode STAA yang tumbuh 12,3% YoY menjadi Rp 854 miliar, dengan margin laba bersih sebesar 14,1%, dibandingkan dengan 21,2% pada semester pertama tahun 2025. Kemudian, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik meningkat 15,3% YoY menjadi Rp 757 miliar.














