3. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan positif pada semester I/2026. Perseroan membukukan laba periode berjalan sebelum efek penyesuaian proforma sebesar Rp1,00 triliun, yang tumbuh 41,53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp707,85 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim tidak diaudit per 30 Juni 2026, kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan perbaikan efisiensi operasional.
Sepanjang enam bulan pertama 2026, emiten berkode SSMS meraih pendapatan terbesar dari produk CPO yang mencapai nilai Rp5,32 triliun, disusul Palm Olein sebesar Rp2,29 triliun, minyak inti sawit atau crude palm kernel oil (CPKO) sebesar Rp729,47 miliar, Palm Stearin sebesar Rp490,41 miliar, RBDPO sebesar Rp244,68 miliar, dan minyak goreng kemasan sebesar Rp242,97 miliar.
4. PT Dharma Satya Nusantara Tbk
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) membukukan pertumbuhan kinerja pada semester pertama tahun 2026 di tengah dinamika industri yang masih berlangsung. Hingga akhir Juni 2026, Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 6,29 triliun, meningkat 3,4% year-on-year (YoY).
Laba bersih tercatat sebesar Rp 985,88 miliar atau meningkat 7,8% YoY, sementara EBITDA relatif stabil pada kisaran Rp 2 triliun. Segmen kelapa sawit masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan dan laba Perseroan dengan porsi 90%.
Di samping itu, pengelolaan operasional yang lebih efisien turut menekan beban keuangan menjadi Rp 169,5 miliar dari Rp 231,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, mengatakan bahwa Perseroan terus berupaya menjaga kinerja usaha melalui pengelolaan operasional dan keuangan yang disiplin di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri.
“Di tengah dinamika industri, kami tetap berfokus pada peningkatan produktivitas, penerapan praktik agronomi yang baik, efisiensi operasional, serta keberlanjutan program replantin,” jelas Andrianto.














