• Selasa, 6 Oktober 2026
Berita Terbaru

56 Mahasiswa Beasiswa SDM PKS INSTIPER Ikuti Uji Kompetensi Asisten Kebun

Yogyakarta, SAWIT INDONESIA — Sebanyak 56 mahasiswa penerima beasiswa SDM PKS angkatan pertama di INSTIPER Yogyakarta mengikuti uji kompetensi okupasi asisten kebun kelapa sawit yang diselenggarakan oleh LSP PHI (Lembaga Sertifikasi Profesi Perkebunan dan Hortikultura Indonesia). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja di sektor perkebunan.

Dalam pelaksanaannya, para peserta menjalani serangkaian tahapan penilaian, mulai dari tes tertulis hingga uji instruksi terstruktur. Mahasiswa yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat kompetensi sebagai asisten kebun, yang menjadi bukti pengakuan atas kemampuan mereka sesuai standar industri.

Uji kompetensi ini bertujuan untuk mengukur kemampuan, pengetahuan, serta sikap kerja calon asisten kebun agar mampu mengelola afdeling atau unit kebun secara profesional dan efisien. Kegiatan berlangsung selama dua hari di kampus INSTIPER Yogyakarta dengan melibatkan tiga asesor dari LSP PHI, yakni Andi Yusuf Akbar, S.Sos., M.I.Kom., Ir. Heri Moerdiono, M.Eng., dan Dr. Ir. Lili Dahliani, M.M., M.Si.

Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sertifikasi sebagai bagian dari proses pendidikan mahasiswa penerima beasiswa SDM PKS.

"Sertifikasi dan uji kompetensi merupakan bagian dari penyelenggaraan pendidikan bagi mahasiswa penerima beasiswa SDM PKS yang dibiayai oleh BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan)," ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor INSTIPER Yogyakarta mengatakan bahwa selama berkuliah di INSTIPER, mahasiswa penerima beasiswa mengikuti serangkaian kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi melalui kegiatan perkuliahan dan praktikum, praktek lapangan dan magang, dan juga mengikuti kegiatan ko-kurikuler yang didesain untuk membekali mahasiswa dengan skill tertentu.

"Sertifikat kompetensi yang akan diterima mahasiswa merupakan sertifikat pendamping ijazah. Melalui uji kompetensi ini mahasiswa dapat membuktikan kompetensinya di bidang perkebunan seperti yang dipelajari selama mereka kuliah," katanya.

"Bahwa sertifikat kompetensi memiliki nilai strategis bagi lulusan saat memasuki dunia kerja. Sertifikat tersebut menjadi bukti nyata keahlian dalam manajemen budidaya komoditas perkebunan pada level asisten, sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di industri," imbuh pria yang menjabat sebagai Rektor INSTIPER Yogyakarta periode dua.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Harsawardana menekankan agar para peserta dapat memberikan kontribusi nyata bagi sektor perkebunan nasional.

"Berikan kontribusi nyata kalian bagi perkebunan Indonesia setelah nanti lulus dan memiliki sertifikat kompetensi. Baik itu kembali ke masyarakat untuk membangun perkebunan rakyat atau bekerja secara profesional di perusahaan," pungkasnya.

Para mahasiswa peserta uji kompetensi ini diketahui telah menyelesaikan tugas akhir skripsi, mengikuti yudisium, dan dijadwalkan akan diwisuda pada Mei 2026. Saat lulus nanti, mereka tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi sebagai asisten kebun yang menjadi nilai tambah dalam memasuki dunia kerja.

Artikel Terkait