• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Wilmar Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Pahirangan Lewat Budidaya Ikan Nila

Sampit, SAWIT INDONESIA – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa terus dilakukan PT Mentaya Sawit Mas Wilmar Group melalui program pemberdayaan berbasis budidaya ikan. Kali ini, kelompok masyarakat di Desa Pahirangan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Sampit), mendapat dukungan untuk mengembangkan usaha ikan nila.

Program tersebut tidak hanya menghadirkan bantuan sarana produksi, tetapi juga pendampingan intensif agar usaha budidaya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Bantuan yang diberikan meliputi kolam terpal, benih ikan nila, pakan, serta pendampingan teknis dari tenaga pendamping (coach). Melalui dukungan ini, masyarakat diharapkan mampu membangun usaha produktif yang menjadi sumber pendapatan baru.

Ketua kelompok penerima manfaat, Stenly Apeles Lendombela, mengatakan program ini menjadi titik awal munculnya peluang ekonomi baru bagi warga yang selama ini bergantung pada pekerjaan serabutan seperti buruh kebun dan tukang bangunan.

“Dengan adanya budidaya ikan nila ini, kami punya harapan baru untuk meningkatkan pendapatan keluarga secara lebih stabil dan berkelanjutan,” ujarnya.

Stenly menjelaskan, ikan nila yang dibudidayakan diperkirakan dapat dipanen setelah enam bulan masa pemeliharaan. Ke depan, kelompoknya juga menargetkan pengembangan usaha yang lebih maju, termasuk pembenihan secara mandiri.

“Kami ingin tidak hanya menjual ikan konsumsi, tapi juga bisa menghasilkan benih sendiri. Dengan begitu usaha ini bisa berkembang lebih besar dan mandiri,” tambahnya.

Sementara itu, Manager Corporate Social Responsibility PT Mentaya Sawit Mas, Widiyanto, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha produktif berbasis potensi lokal.

“Harapannya, bantuan ini tidak hanya menjadi stimulus awal, tetapi mampu berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan dan memberi dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain di Desa Pahirangan, program serupa juga telah dijalankan di Desa Biru Maju, Kecamatan Telawang, sejak akhir tahun lalu. Menurutnya, budidaya ikan nila dipilih karena memiliki prospek pasar yang stabil serta mampu menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat desa.

“Selain meningkatkan pendapatan, kegiatan ini juga turut memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa,” pungkasnya.

Artikel Terkait