Jakarta, SAWIT INDONESIA – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk meraup pendapatan mencapai Rp8 triliun sepanjang 2024, atau tumbuh 26,2% daripada tahun 2023 sebesar Rp6,3 triliun. Informasi kinerja ini disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta pada 13 Maret 2025.
Sumber utama pendapatan berasal dari Crude Palm Oil dan palm kernel yang mencapai Rp6,4 triliun. Nilai ini sekitar 80% dari total pendapatan yang diraih emiten berkode CEKA ini.
Seiring pendapatan, beban pokok pendapatan CEKA meningkat 24,5% menjadi Rp7,45 triliun pada Januari-Desember 2024, daripada Rp5,9 triliun pada Januari-Desember 2023. Faktor penyebab kenaikan beban pokok pendapatan berasal dari pembelian komoditas.
Namun, laba kotor emiten penjualan produk turunan sawit minyak kelapa sawit itu tumbuh 58% jadi Rp546,04 miliar dibandingkan Rp345,92 miliar pada Januari-Desember 2023.
Pada saat yang sama, beban usaha perseroan turun 1,02%, dari Rp158,89 miliar pada 2023, menjadi Rp155,06 miliar pada 2024. Hal ini mendorong laba usaha CEKA melonjak 109,06% jadi Rp390,98miliar pada Januari-Desember 2024, dibanding Rp187,02 miliar pada Januari-Desember 2023.
Sementara, laba bersih emiten perkebunan kelapa sawit dan produsen minyak sawit mentah atau CPO itu melejit 115% jadi Rp324,94 miliar pada Januari-Desember 2024, dibanding Rp153,57 miliar pada periode sama 2023.






