SAWIT INDONESIA - Perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawringin Timur, Kalimantan Tengah berkontribusi memasok jagung ke Bulog, bahkan saat ini lebih besar dibandingkan pasokan dari petani setempat.
“Saat ini dari Willar yang sudah memasok. Juga sudah ada perusahaan yang menelopon kami mengabarkan mereka lagi menjemur. Mungkin komposisinya nanti lebih banyak kebun yang menjual ke Bulog, kata Kepala Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur, Muhammad Azwar Faud di Sampit.
Jagung termasuk komoditas yang terus digenjod produksinya, selain beras. Bahkan, pemerintah bersama berbagai pihak, termasuk organisasi perusahaan perkebunan, bersinergi menjalankan Program Penanaman Jagung Serentak 1 juta Hektare.
Program ini salah satu bagian dari Asta Cipta yang dicetuskan Presiden Prabowo Subianto yakni menciptakan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional. Oleh karena itu, perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kotawaringin Timur pun beramai-ramai memanfaatkan lahan mereka untuk ditanami jagung dengan sistem tumpang sari.
Azwar Faud menegaskan, sesuai penugasan pemerintah, Bulog selalu siap siaga membeli gabah dan jagung hasil panen setempat. Tujuannya jelas, yakni bagian dari upaya mewujudksn ketahanan pangan dan swasembada pangan.
Tahun 2025 ini Bulog Kotawaringin Timur ditargetkan menyerap sedikitnya 86 ton jagung. Saat ini Bulog baru menerima hasil panen dari dua pihak yakni Kecamatan Parenggean sebanyak 1.200 Kg dan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Willmar sebanyak 1.733 Kg sehingga total sebanyak 2.933 Kg.
Jumlah tersebut diyakini bertambah karena banyak kebun jagung yang memasuki masa panen. Sebagian bahkan sudah panen, namun masih dalam tahap pengeringan dengan cara dijemur secara alami.
Jagung hasil panen harus dijemur karena Bulog memberikan syarat akan membeli jangung dengan tingkat kadar air maksimal 14 persen. Untuk itulah jagung harus dijemur terlebih dahulu sebelum dijual ke Bulog.
“Mudah-mudahan nanti setelah kering, jagungnya dipipil dan kadar airnya 14 persen sehingga masuk di gudang Bulog. Mudah-mudahan Juni ini bisa nambah lagi,” harap Azwar Faud.
Jagung yang diserap Bulog tersebut nantinya menjadi cadangan jagung pemerintah (CJP) yang disimpan di gudang Bulog. Bulog itu belum bisa mengeluarkan jagung tersebut sebelum ada perintah dari Badan Pangan Nasional.
Biasanya, perintah itu keluar harga jagung pakan dipasaran meningkat tajam sehingga perlu ada intervensi pasar. Saat itulah Bulog akan diperintahkan mengeluarkan jagung CJP ke pasar hingga harga di pasar kembali stabil.
Saat ini harga jagung piilan di pasar masih stabil, bahkan terjadi penurunan harga di sentra produksi jagung nasional seperti di Nusa Tenggara Barat, Gorontalo dan Jawa Timur karena sedang terjadi panen raya. Musim panen seperti ini harga malah turun sehingga momen Bulog menyerap untuk menyetok jagung. Biasanya nanti akan ada perintah mengeluarkan di akhir tahun.
Azwar Faud juga menanggapi keluhan terkait munculnya jamur pada jagung. Menurutnya, semua sama-sama belajar karena hal ini baru, namun kemungkinan jamur pada jagung bisa muncul karena kelembaban.
“Makanya kami ingatkan perusahaan atau petani, kalau bisa menjemur sampai benar-benar kena panas dan kering. Sebelum dimasukan karung, didinginkan dulu supaya tidak lembab dan memicu jamur,” ungkap Azwar Faud.
Sumber: kalteng.antaranews.com






