• Sabtu, 19 September 2026
Tata Kelola

Wapres: Peremajaan Menjadi Solusi Produktivitas Sawit

Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin membuka dialog dengan petani sawit dari 8 provinsi. Petani diminta meningkatkan produktivitasnya melalui program Peremajaan Sawit Rakyat dan meningkatkan kompetensinya. Terbang dari Manokwari menuju Jakarta, Dorteus Paiki menyimpan harapan untuk bisa bertemu Wakil Presiden RI. Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Papua Barat ini ingin menyampaikan rendahnya harga TBS sawit di Manokwari dibandingkan provinsi sentra sawit lainnya. Ia juga ingin melaporkan kegiatan peremajaan tanaman sawit yang mulai berjalan di Papua Barat. “Harga ketetapan pemerintah hanya jadi formalitas. Sebab kenyataan di lapangan harga jauh di bawah. Misalnya jika harga ketetapan pemerintah Rp1.600 per kilogram, di lapangan harga ini bisa hanya Rp1.100 per kilogram. Di Manokwari Papua malah cuma Rp 500 per kilogram,” ujar Paiki. Pada 13 Februari 2020, niatan Paiki bertemu Wapres dapat tercapai. Ia bersama jajaran pengurus pusat dan daerah APKASINDO diterima Wapres di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan ini hadir pula Gulat ME Manurung, Ketua Umum dan Rino Afrino, Sekretaris Jenderal APKASINDO beserta Ketua DPW Provinsi Jambi Kasriwandi, Ketua DPW Provinsi Sumatera Selatan Slamet S., Ketua DPW Provinsi Lampung Abdul Simanjuntak, Ketua DPW Provinsi Kalimantan Selatan Samsul Bahri, Ketua DPW Kalimantan Timur Sunyoto,dan Ketua DPW Sulawesi Selatan Badarudin. Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, Plt. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi, Infrastruktur dan Kemaritiman Guntur Iman Nefianto, Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Bidang Infrastruktur dan Investasi Sukriansyah, Staf Khusus Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Muhammad Imam Aziz, Staf Khusus Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim, Tim Ahli Wapres Johan Tedja Surya, dan Staf Ahli Menteri Pertanian Gatot Sumardjo Irianto. Di pertemuan ini, Wapres menegaskan bahwa pemerintah memiliki komitmen dalam mendukung petani kelapa sawit, khususnya petani swadaya, melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau Program Replanting Sawit. Program PSR ini diharapkan dapat meningkatkan produksi kelapa sawit dan memberikan hasil yang optimal hingga mencapai 8 ton/ha/tahun. “Saya melihat dari data produktivitas kelapa sawit kita masih tergolong rendah, yaitu 3,7 ton. Melalui program replanting ini diharapkan produksi dapat meningkat,” ujar Ma’ruf Amin. Saat membuka pembicaraan, Gulat ME Manurung, Ketua Umum DPP APKASINDO menjelaskan penyebaran perkebunan sawit di Indonesia. Hampir seluruh provinsi di indonesia memiliki perkebunan kelapa sawit , tercatat 22 Provinsi memilikinya yaitu ( Aceh, Sumut, Riau, Sumbar, Sumsel, Jambi, Bengkulu, Babel, Lampung, Banten, Kalsel, Kalbar, Kaltim, Kalteng, Kaltara, Sulsel, Sulbar, Sulteng, Sultra, Gorontalo, Papua Barat, Papua ) luasan kebun sawit rakyat mencapai 6 juta ha, dari total luas perkebunan sawit indonesia lebih dari 14 juta ha, lebih dari 20 juta keluarga petani bergantung hidupnya langsung ke sektor ini, dari semua lapisan masyarakat bahkan dari kalangan pesantren, dimana tumbuh dan berkembang di tengah kebun sawit. Sejak 1980, pengembangan kelapa sawit di indonesia ditujukan untuk membuka dan membangun pusat pusat pertumbuhan ekonomi baru dikawasan pedesaan, daerah terbelakang, pelosok. Pengembangan Kelapa Sawit, sangat berperan dalam pembangunan pedesaan dalam mengurangi angka kemiskinan. Dijelaskan kembali bahwaIndustri sawit merupakan industri padat karya, jutaan masyarakat sangat bergantung pada industri sawit, sebagai penyumbang devisa lebih dari 300 Triliun, dan menciptakan 4,2 juta lapangan kerja langsung serta 12 juta lapangan kerja tak langsung. (Selengkapnya dapat di baca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 100)

Artikel Terkait