• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Usai Lebaran, BPDP Langsung Penandatanganan PSR Tahap II Seluas 1.541 Hektare

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali gaspol dalam akselerasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Memasuki Tahap II, komitmen ini dipertegas melalui penandatanganan dukungan pendanaan untuk lahan seluas 1.541,7 hektare yang melibatkan 11 lembaga pekebun dari berbagai pelosok daerah.

Seremoni penandatanganan yang berlangsung di Aula Nusantara BPDP, Jakarta, Rabu (1 April 2026) ini bukan sekadar urusan administratif. Agenda ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius membenahi fondasi hulu industri sawit nasional dengan menempatkan pekebun rakyat sebagai aktor utamanya.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu, Normansyah H.S, menegaskan bahwa visi PSR melampaui sekadar mengganti pohon tua dengan bibit baru.

"Program PSR diarahkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kebun dan produktivitas hasil. Kita ingin pekebun menerapkan praktik budidaya yang lebih baik (Good Agricultural Practices), menggunakan benih unggul, dan memiliki kelembagaan yang kuat," ujar Normansyah dalam sambutannya.

Langkah strategis pada Tahap II ini dirancang agar proses penyaluran dana berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel. Dengan penguatan kelembagaan, pekebun diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Pengajuan PSR Benar-benar Tanpa Biaya

Antusiasme nyata terpancar dari wajah para petani. Sita, perwakilan dari Koperasi Produsen Petani Kelapa Sawit Kesepakatan asal Asahan, Sumatera Utara, berbagi kisah perjuangannya mengikuti program ini.

Bagi Sita dan rekan-rekannya, PSR adalah oase di tengah menurunnya produktivitas kebun tua. Meski mengakui proses birokrasi dan verifikasi cukup panjang, ia menekankan bahwa hasilnya sepadan.

"Alhamdulillah, kami sangat senang akhirnya bisa mendapatkan program PSR dan benar-benar tanpa biaya," ungkapnya dengan penuh syukur.

Keberhasilan PSR tidak bisa berdiri sendiri. Kedepannya, BPDP berkomitmen untuk terus mempererat kolaborasi lintas sektor, mulai dari kementerian terkait, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Targetnya jelas yaitu Produktivitas naik, ketahanan sektor perkebunan menguat, dan kesejahteraan petani sawit terjamin secara berkelanjutan.

Artikel Terkait