Jakarta, Sawit Indonesia - Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jambi (UNJA) menggelar Seminar Nasional Agroindustri dan Pertemuan Forum Komunikasi Program Studi Industri Pertanian Indonesia dengan tema “Peran Manajemen Rantai Pasok Industri Pertanian dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Energi,” bertempat di Swiss-Belhotel Jambi pada Rabu, (16/10/24).
Acara dihadiri oleh Rektor UNJA, Helmi., Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jambi, Arief Munandar, S.E., Ketua Forum Komunikasi Program Studi Industri Pertanian Indonesia, Dr. Efri Mardawati, S.TP., M.T., Dekan Faperta UNJA, Dr. Forst. Bambang Irawan, S.P.,M.Sc.,IPU., Ketua Pelaksana Seminar Nasional Agroindustri, Dr. Ir. Sahrial. M.Si., serta dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Faperta UNJA, dan Kegiatan ini dihadiri oleh 23 perwakilan perguruan tinggi yang ada di Indonesia.
Rektor UNJA, Helmi., dalam sambutannya mengatakan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha dalam mewujudkan ketahanan pangan.
“Tema ini sekali lagi menarik sekali dan tentu ini satu dari tindak lanjut hasil-hasil penelitian dan untuk itu memang harus dibarengi dan didukung dengan manajemen rantai pasok industri pertanian,” jelas Rektor.
Rektor juga menyampaikan tujuan dan harapannya terkait seminar yang dilaksanakan sekaligus di hari yang sama yaitu Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan.
“Saya kira memang nanti tujuannya untuk implementasi dari hasil hasil penelitian dari Fakultas Peternakan dan Fakultas Pertanian Universitas Jambi dan tentu ini butuh kolaborasi dengan pemerintah daerah kemudian dengan dunia usaha dan industri,” jelas Rektor.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jambi, Arief Munandar, S.E., menyampaikan pelaksanaan acara ini merupakan suatu kepedulian dan upaya untuk membangun ketahanan dan kemandirian pangan.
“Melalui pendekatan saintifik oleh para akademisi dan dunia kampus, tema acara ini yaitu peran manajemen rantai pasok industri pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi pada era ketidakpastian global merupakan tema yang sangat strategis karena amat penting membangun ketahanan pangan dan kemandirian pangan di tengah krisis lingkungan,” jelas Arief Munandar.
Dekan Faperta UNJA, Dr. Forst. Bambang Irawan,S.P.,M.Sc.,IPU., mengutarakan tema yang diangkat sangat penting dan memaparkan keseluruhan dari siapa saja yang mengikuti seminar nasional ini.
“Mudah-mudahan nanti rapat yang dihasilkan akan memberikan masukan-masukan karena terus terang kitakan bangsa merupakan bangsa agraris, tapi kita hampir semua produk pangan kita impor setahu saya, secara total kegiatan ini dihadiri oleh 139 orang peserta secara offline dan juga dihadiri oleh beberapa peserta secara online,” ungkap Dr. Bambang Irawan.
Acara ini berlanjut dengan pemaparan materi yang luar biasa dan disampaikan oleh 4 narasumber yaitu, H. Arief Prasetyo Adi, ST, MT. yang merupakan Kepala Badan Pangan Nasional, menyampaikan materi tentang “Kebijakan Stabilisasi Pangan pada Era Ketidakpastian Global” ; Prof. Dr.Ir. Adi Djoko Guritno, MSIE., Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Sistem Industri pada Fakultas Teknologi Pertanian UGM sampaikan materi “Peran MRP dalam Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan: ; Prof. Dr.Ir. Yandra Arkekenan, M.Eng., Guru Besar Teknik Industri Pertanian dan Ketua BRAIN IPB University paparkan materi “Ilmu dan Teknologi Agroindustri untuk Stabilisasi Pangan dan Energi,” dan Ir. Budianto Wijaya, M.App.Sc., perwakilan PT Bungasari Flour Mills Indonesia menyampaikan materi tentang “Strategi Stabilisasi Pasokan dan Harga pada Industri Berbasis Komoditi impor”.
Setelah pemaparan materi dari 4 narasumber dilanjutkan dengan sesi hybrid dan Forum Komunikasi Program Studi Industri Pertanian Indonesia, hasil dari seminar ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia. Selain itu, seminar ini juga menjadi wadah bagi para akademisi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam bidang agroindustri.
Sumber: unja.ac.id






