PT Tunas Sawa Erma (TSE) Group meraih penghargaan kategori Program Pemanfaatan Biogas Sawit Pertama di Papua dalam ajang Sawit Indonesia Award 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (16 Desember 2025). Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur TSE Group, Luwy Leunufna.
Penghargaan ini diberikan atas inisiatif TSE Group dalam mengembangkan fasilitas biogas berbasis limbah cair kelapa sawit (palm oil mill effluent/POME) di Papua. Program tersebut dinilai berkontribusi dalam menekan emisi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan efisiensi operasional industri sawit melalui pemanfaatan energi terbarukan.
Direktur TSE Group Luwy Leunufna menyatakan, pemanfaatan biogas menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam proses bisnis.
“Pemanfaatan biogas merupakan transformasi limbah menjadi energi terbarukan yang bernilai. Limbah cair kelapa sawit yang sebelumnya menjadi tantangan lingkungan kini diolah menjadi sumber energi bersih yang mampu menekan emisi, meningkatkan efisiensi operasional, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial,” ujarnya.
Tunas Sawa Erma (TSE) Group perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit melalui unit usahanya, PT Berkat Cipta Abadi (BCA) meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dan Compressed Biomethane Gas (CBG) pertama di Papua. Fasilitas ini dirancang untuk mengolah 1.000 m³ limbah cair kelapa sawit (POME) per hari. Melalui proses biogas, limbah ini menghasilkan gas metana, yang sebagian besar digunakan untuk menghasilkan listrik ramah lingkungan guna mendukung operasional pabrik dan kantor perusahaan.
Menurut manajemen, pembangunan fasilitas biogas tersebut menjadi tonggak penting bagi TSE Group dalam mendukung agenda transisi energi, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan terhadap praktik industri kelapa sawit berkelanjutan, khususnya di wilayah timur Indonesia.
Inisiatif ini juga dinilai sejalan dengan indikator penilaian utama Sawit Award 2025 yang mencakup aspek komunikasi, konsistensi, dan keberlanjutan.
Sawit Award 2025 mengusung tema “Kolaborasi Multipihak Memperkuat Inovasi dan Daya Saing Sawit Indonesia.” Proses penilaian melibatkan survei terhadap 1.000 pembaca Majalah Sawit Indonesia, sehingga menjadikan ajang ini sebagai salah satu penghargaan yang memiliki kredibilitas di sektor kelapa sawit nasional.
Pada tahun ini, Sawit Award menganugerahkan 45 kategori penghargaan kepada pelaku industri sawit dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari petani, akademisi, perusahaan, pelaku usaha kecil dan menengah, koperasi, hingga masyarakat.
“Tunas Sawa Erma menjadi contoh baik pembangunan perkebunan sawit di Papua. Perusahaan ini telah memiliki komitmen panjang untuk memajukan industri sawit dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini merupakan tahun ketiga perusahaan menerima Sawit Indonesia Award 2025, semoga Tunas Sawa Erma dapat terus mempertahankan konsistensi dan kredibilitasnya di tahun-tahun berikut,” ujar Ketua Pelaksana 4th Sawit Indonesia Award 2025, Qayuum Amri.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2022, Sawit Award menjadi ajang apresiasi sekaligus pendorong peningkatan kinerja industri sawit dari hulu hingga hilir, termasuk sektor pendukung, guna memperkuat kontribusi industri terhadap perekonomian nasional dan pembangunan berkelanjutan.














