• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

TPA Tanam Mangrove Guna Pelestarian Lingkungan

Talisayan, SAWIT INDONESIA - PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) atau TPA terus berkomitmen menjalankan aksi pelestarian lingkungan sebagai bentuk penerapan praktik-praktik keberlanjutan. Melalui entitas anak usaha TPA yaitu PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation (TBPP) perusahaan telah melaksanakan penanaman bibit mangrove di kawasan De’Mangroop Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, Sabtu (31/1/2026).

Acara yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, pemerintah daerah (Pemda) Kampung Dumaring serta PLTD Sambaliung tersebut, telah merealisasikan penanaman sebanyak 500 bibit mangrove. Gerakan pelestarian lingkungan ini bertujuan untuk mewujudkan kepedulian bersama antara sektor usaha dan Pemda dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan memperkuat tutupan lahan hijau di wilayah Bumi Batiwakkal.

Bagi TPA penanaman mangrove dan aksi keberlanjutan perusahaan lainnya merupakan hal penting dalam melaksanakan praktik bisnis yang berbasis pada aspek-aspek environmental, social and governance (ESG). Dalam hal ini, TPA telah mengakomodirnya dengan menerapkan kebijakan internal perusahaan yakni Kebijakan Sawit Lestari (KSL). Inisiatif KSL ini meliputi pengurangan emisi gas rumah kaca, konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Tidak hanya menjaga pelestarian lingkungan di daerah sekitar, TPA juga telah menetapkan wilayah yang termasuk dalam high conservation value (HCV) di dalam konsesi. Tipe HCV di TPA meliputi hutan sekunder, riparian zone, mangrove, dan areal bernilai budaya lokal. Areal HCV tersebut juga meliputi areal high carbon stock (HCS) yang berperan dalam carbon sequestration.

Di sisi lain, Kepala DLHK Berau Mustakim Suharjana mengatakan Kampung Dumaring memiliki peran signifikan dalam menjaga tutupan lahan hijau di pesisir Berau. Selain berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, mangrove juga berperan sebagai penyerap karbon dan habitat biota laut yang menopang perekonomian masyarakat nelayan. Ia juga turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.

“Kesuksesan menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Sinergi dengan masyarakat dan dunia usaha sangat penting untuk menjaga kelestarian Bumi Batiwakkal,” tegasnya sebagaimana dikutip dari laman portalberau.online, Selasa (4/2/2026).

Sumber: teladanprima.com

Artikel Terkait