• Rabu, 23 September 2026
Berita Terbaru

TLDN Kembali Masuk Daftar Forbes Asia ‘Best Under A Billion’ 2026

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) kembali mencatatkan pencapaian di tingkat regional dengan masuk dalam daftar Forbes Asia’s Best Under A Billion 2026. Pencapaian ini menjadi kali kedua secara berturut-turut bagi TLDN masuk dalam daftar yang menyoroti perusahaan publik kecil dan menengah dengan kinerja terbaik di kawasan Asia-Pasifik.

Forbes Asia’s Best Under A Billion 2026 merupakan edisi ke-25 yang menampilkan 200 perusahaan publik di kawasan Asia-Pasifik dengan penjualan tahunan lebih dari US juta hingga kurang dari US miliar. Perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar ini dinilai memiliki rekam jejak kinerja jangka panjang dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan bisnis dan ekonomi. Dari lebih dari 19.000 perusahaan publik yang menjadi basis seleksi, hanya 200 perusahaan yang terpilih.

Berdasarkan kategori negara, terdapat 11 perusahaan publik asal Indonesia yang masuk dalam daftar 2026. Sementara berdasarkan kategori industri, terdapat 19 perusahaan dalam sektor Agriculture, Food & Beverage, yang menunjukkan keberagaman industri yang berhasil mempertahankan kinerja di tengah dinamika kawasan. TLDN merupakan salah satu perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut sekaligus tercatat dalam kategori Agriculture, Food & Beverage.

Forbes Asia menyusun daftar ini berdasarkan skor komposit yang mempertimbangkan sejumlah indikator, antara lain pertumbuhan utang, penjualan, dan laba per saham dalam periode fiskal satu dan tiga tahun terakhir, serta rata-rata return on equity selama satu dan lima tahun. Selain kriteria kuantitatif, Forbes juga menerapkan penyaringan kualitatif dengan mengecualikan perusahaan yang memiliki persoalan serius terkait tata kelola, praktik akuntansi, lingkungan, manajemen, maupun aspek hukum.

Masuknya kembali TLDN dalam daftar tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan kinerja sekaligus memperkuat fundamental bisnis. Pada tahun buku 2025, TLDN membukukan pendapatan sebesar Rp5,42 triliun, meningkat 28,7% secara tahunan, serta laba bersih sebesar Rp1,11 triliun, tumbuh 34% YoY. Kinerja tersebut melanjutkan pertumbuhan positif yang telah dicatatkan TLDN pada tahun sebelumnya.

“Masuknya Teladan Prima Agro dalam Forbes Asia’s Best Under A Billion selama dua tahun berturut-turut merupakan apresiasi terhadap konsistensi kinerja dan kerja keras seluruh insan Perusahaan dalam menjalankan bisnis secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Bagi kami, pencapaian ini bukan hanya mengenai pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga bagaimana kami terus memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Wishnu Wardhana, Direktur Utama PT Teladan Prima Agro Tbk.

Forbes Asia mencatat bahwa perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar 2026 berhasil menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar energi. Di saat yang sama, sejumlah perusahaan dalam daftar juga mampu memanfaatkan peluang dari perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial, energi terbarukan, serta kebutuhan industri yang terus berkembang.

Bagi TLDN, upaya menjaga pertumbuhan dilakukan melalui penguatan produktivitas, efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan dalam kegiatan operasional. Perusahaan memanfaatkan teknologi satelit dan kecerdasan artifisial (AI) dalam pemantauan kawasan perkebunan dan pengambilan keputusan berbasis data melalui Teladan Productivity Technology System (TPTS). Pemanfaatan teknologi ini mendukung pengelolaan perkebunan yang lebih efektif sekaligus mendorong peningkatan produktivitas secara berkelanjutan. Pengelolaan data keberlanjutan juga diperkuat melalui Teladan Green Metrics (TGM), platform digital yang membantu perusahaan memantau dan mengelola berbagai indikator ESG secara lebih terintegrasi.

Di sisi operasional, TLDN mengembangkan Kernel Crushing Plant (KCP) yang mengoptimalkan pemanfaatan inti sawit menjadi produk bernilai tambah, serta Biogas Power Plant (BPP) yang memanfaatkan Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai sumber energi terbarukan. Kedua fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Perusahaan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat penerapan prinsip ekonomi sirkular.

Selain itu, Teladan Prima Agro terus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Battery Energy Storage System (BESS) untuk mendukung kebutuhan energi operasional. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan biaya energi dalam jangka panjang.

Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi Perusahaan untuk memperkuat fundamental bisnis melalui integrasi teknologi, peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan. Dengan pendekatan tersebut, Teladan Prima Agro berkomitmen untuk terus menjaga pertumbuhan yang sehat sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Sumber: teladanprima.com

Artikel Terkait