Jakarta, SAWIT INDONESIA - Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) Yogyakarta kembali menggelar wisuda sebagai peneguhan atau pelantikan kepada mahasiswa-mahasiswi yang telah menyelesaikan pendidikannya. Gelaran acara wisuda Sarjana ke-82 dan Pascasarjana ke-28, diadakan di GRHA INSTIPER, pada Sabtu (25 Mei 2024).
Sebanyak 313 lulusan, secara resmi diwisuda untuk menyandang gelar Magister dan Sarjana. Terdiri dari 7 lulusan program Pascasarjana Magister Manajemen Perkebunan dan 306 lulusan program Sarjana dari Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, dan Fakultas Kehutanan.
Dari total wisudawan, terdapat 134 lulusan (40.7%) mendapat predikat Cumlaude, dan sebanyak 89 lulusan merupakan penerima beasiswa yang terdiri dari PT. Asian Agri sebanyak 4 orang, PT. Bumitama Gunajaya Agro sebanyak 23 orang, PT. Toba Pulp Lestari sebanyak 4 orang, PT. Riau Andalan Pulp dan Papper sebanyak 31 orang, Pemerintah daerah Nias sebanyak 5 orang dan 3 orang lainnya merupakan penerima beasiswa Bidikmisi.
Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng menyampakan, pihaknya terimakasih kepada mitra kerja baik perusahaan ataupun pemerintahan daerah yang telah memberikan kepercayaan kepada INSTIPER.
“Untuk periode wisuda ini sebanyak 20 % lulusan S1 sudah diterima kerja sebelum 1 bulan mereka dinyatakan lulus pada saat yudisium," katanya, saat sambutan.
“INSTIPER Yogyakarta dapat menjadi pilihan tepat untuk mendidik putra-putri terbaik Indonesia untuk mengisi posisi-posisi strategis di bidang perkebunan dan kehutanan Indonesia sebagaimana cita-cita para pendiri INSTIPER,” imbuh Dr. Harsawardana.
Sebagai informasi, INSTIPER merupakan perguruan tinggi dengan core competence di bidang industri biomassa pertanian, perkebunan dan perhutanan. Sejak awal berdirinya selalu beradaptasi untuk bisa selalu memenuhi kebutuhan masyarakat, dunia kerja dan dunia industri (DUDI), serta berupaya menyesuaikan diri dengan laju perkembangan teknologi mutakhir.
Dikatakan Dr. Harsawardana, kompetensi sumber daya manusia (SDM) saat ini dan ke depan di bidang perkebunan, pertanian dan perhutanan harus dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan dalam teknologi industry 4.0.
“Seperti halnya Big Data & Data Analitycs, Artificial Intellegence (AI)/kecerdasan buatan, robotika, Drone, rekayasa genetic, komputasi awan (cloud computing), IoT (Internet of Thing) dan lainnya,” katanya.
“Oleh karena itu, INSTIPER juga telah menyediakan sarana dan prasarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya dalam meningkatkan kompetensi di luar kegiatan kurikuler yaitu dalam bentuk co-kurikuler melalui INSTIPER Academy, di antaranya IT (Information Technology) Academy, Robotics Academy, Drone Academy, English Academy, SmartGreenHouse Academy, Artificial Intelligence Academy, Bakery Academy, Coffee Academy, Multimedia Academy, IoT (Internet of Thing) Academy, Technopreurship Academy, Mechanical Electrical Technology Academy dan Aquaculture & Aquaphonics Technology Academy,” tambah pria yang memimpin INSTIPER periode kedua ini.
Dalam kegiatan di 13 INSTIPER Academy, seseorang bisa mendapatkan kesempatan untuk kemampuan dasar dalam aspek 6C (communication, collaboration Critical Thinking, Creative Thinking, computational logic dan compassion) sebagai pelengkap kompetensi yang telah diperoleh di bangku kuliah (intrakurikuler) dan kegiatan kemahasiswaan (ekstrakurikuler). Dengan kombinasi kompetensi di kegiatan intakurikuler, ekstrakurikuler serta kokurikuler di INSTIPER Academy maka kemampuan lulusan untuk berkombinasi dalam memecahkan permasalahan di masyarakat, dunia usaha dan dunia industri akan meningkat.
“Untuk mendukung itu semua INSTIPER juga telah memperkuat infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi serta berbagai fasilitas pendukung dan SDM untuk meningkatkan kinerja proses pendidikan dan pembelajaran riset dan inovasi berbasis teknologi industri 4.0,” pungkas Dr. Harsawardana.
Pada kesempatan itu, disampaikan wisudawan terbaik dari program Sarjana diraih oleh Muhammad Bintang, S.P, dari fakultas Pertanian dengan IPK 3,95. Sedangkan dari program Pascasarjana diraih oleh Septa Novia Santi, S.P, M.Si dengan IPK 3,86.
Muhammad Bintang mengungkapkan pihaknya berterimakasih kepada INSTIPER untuk semua pembelajaran dan pembekalan ilmu yang sudah saya dapatkan khususnya teruntuk bapak dan ibu dosen untuk bapak ibu petugas administrasi, dan untuk fasilitas yang sudah diberikan dalam bidang akademik maupun minat hobi mahasiswa.
“Harapan saya semoga INSTIPER semakin berkembang, jaya, sukses selalu dalam bidang perkebunan dan perhutanan,” ucapnya.






