Aceh, SAWIT INDONESIA – Pemerintah terus gencarkkan peningkatan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) petani sawit di berbagai wilayah sentra sawit, salah satunya provinsi Aceh. Melalui pelatihan berbasis modul sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Pada pelaksanaannya, pemerintah, dalam hal ini Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian, melibatkan IPB Training sebagai mitra pelaksana.
Kali ini, IPB Training kembali menyelenggarakan pelatihan petani sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) 2025. Diikuti 85 peserta, terdiri dari 58 peserta dari Kabupaten Aceh Tamiang dan 27 peserta dari Kabupaten Aceh Timur, dengan modul (pelatihan) Teknis Budidaya Tamanan Kelapa Sawit. Pelatihan dilaksanakan selama kurang dari sepekan (19-23 Agustus 2025) di salah satu hotel ternama di Banda Aceh.
Pelatihan tersebut dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan teknik budidaya yang tepat, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.
Perwakilan dari IPB Training, Dr. Ir. Hariyadi, M.S., menyampaikan bahwa pada Pelatihan Teknis Budidaya Tanaman Kelapa Sawit, peserta dibekali beragam pengetahuan mulai dari persiapan lahan, pemeliharaan tanaman, hingga manajemen pasca panen yang sesuai dengan standar agronomi.
"Selain itu, untuk menambah wawasan, peserta berkesempatan melakukan kegiatan turun lapangan ke PT Agro Sinergi Nusantara (ASN), salah satu anak perusahaan BUMN. Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak melihat secara langsung praktik pengelolaan perkebunan kelapa sawit mulai dari pembibitan, pemeliharaan tanaman, hingga penerapan teknologi budidaya berkelanjutan," ujarnya.
"Kunjungan ke PT ASN memberikan pengalaman nyata bagi peserta. Mereka bisa melihat langsung bagaimana standar budidaya sawit diterapkan," sambung Dr. Hariyadi.
Kegiatan lapangan ini, yang dilaksanakan pada Kamis (21 Agustus 2025), menjadi salah satu sesi yang paling ditunggu peserta. Sebab, mereka (peserta) dapat menyaksikan langsung bagaimana teori yang dipelajari di kelas diimplementasikan di lapangan.
"Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta dapat kembali ke daerahnya masing-masing dengan membawa praktik terbaik yang bisa diaplikasikan langsung dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah maupun pusat dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan," kata Dr. Hariyadi.
Pada proses pelatihan, IPB Training menghadirkan narasumber atau trainer yang memiliki pengalaman luas di bidang perkebunan kelapa sawit dan pengembangan SDM pertanian, antara lain Dr. Ir. Hariyadi, M.S., Ir. Sri Hermawan, Dr. Ir. Budi Nugroho, M.Si., Dr. Ir. Supijatno, M.Si., dan Dr. Cecep Ijang Wahyudin, S.P., M.Si., serta melibatkan tim narasumber dari dinas terkait di tingkat provinsi. Hal tersebut dimaksudkan agar peserta mendapatkan perspektif yang menyeluruh, baik dari sisi akademis maupun praktik di lapangan.
Sebagai informasi, pelatihan yang diselenggarakan IPB Training turut dihadiri Mukhlis, S.P., M.A. selaku Kepala Bidang Penyuluh dan Pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, serta perwakilan dari Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur.
Pesan dari Kementerian Pertanian
Dalam sambutan secara virtual pada Selasa (19 Agustus 2025), Ir. Baginda Siagian, M.Si., selaku Direktur Tanaman Pangan dan Aneka Palma Ditjenbun, mewakili dari pihak pemerintah, menegaskan bahwa pelatihan petani sawit program pengembangan SDMPKS sesuai dengan misi Asta Cita Kedua. Pemerintah terus berupaya memantapkan ketahanan pangan dan mendorong kemandirian bangsa.
"Mengingat, kelapa sawit memiliki peran strategis dalam mendukung tujuan tersebut. Maka, kami berharap para peserta dapat membawa pulang ilmu dan praktik terbaik dari pelatihan ini, lalu mengaplikasikannya di daerah masing-masing demi keberlanjutan perkebunan kelapa sawit di Aceh dan Indonesia," tegasnya.
Dr. M. Apuk Ismane,S.Pi, M.Si. selaku Ketua Tim Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menambahkan bahwa program pelatihan ini merupakan bagian penting dari strategi nasional dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja perkebunan, khususnya di sektor kelapa sawit yang menjadi komoditas unggulan Indonesia.
Penyelenggaraan pelatihan Angkatan IX, X, dan XVII (dari Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur) Tahun 2025 ini menegaskan konsistensi IPB Training dalam mendukung program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit nasional.
Dengan dukungan pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, serta para akademisi dan praktisi, pelatihan ini menjadi wadah penting bagi petani, penyuluh, dan tenaga lapangan untuk terus meningkatkan kompetensi. Dengan harapan bahwa kolaborasi lintas pihak ini dapat terus berlanjut, sehingga perkebunan kelapa sawit di Aceh mampu menjadi contoh praktik budidaya yang unggul, produktif, dan berkelanjutan.






