• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Tingkatkan Akurasi Prediksi Musim Untuk Pertanian

Jakarta, Sawit Indonesia - Penelitian dan pengembangan teknologi berbasis sistem pendukung keputusan (Decision Support System/DSS) merupakan inovasi yang terus dilakukan. Hal tersebut seperti yang dilakukan oleh Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, terutama pada Kelompok Riset Interaksi Atmosfer - Laut dan Variabilitas Iklim dalam memutakhirkan platform prediksi musim “KAMAJAYA”.

“KAMAJAYA membantu para petani mengetahui awal musim dengan lebih tepat, sehingga mereka bisa memutuskan dengan lebih akurat kapan harus memulai tanam,” jelas Ketua Kelompok Riset Interaksi Atmosfer-Laut dan Variabilitas Iklim, Erma Yulihastin, pada Rapat Koordinasi Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Jumat (20/9).

Dijelaskan Erma, KAMAJAYA merupakan salah satu dari dua produk inovasi kami adalah prediksi musim yang dikembangkan sejak tahun 2020. KAMAJAYA merupakan akronim dari Kajian Awal Musim Wilayah Indonesia Jangka Madya. Platform ini mendukung pengembangan sistem pertanian dengan pendekatan pintar dan presisi dalam hal pemilihan lokasi, waktu, dan jenis tanaman, untuk optimalisasi kegiatan pertanian.

Pilot project KAMAJAYA, lanjut Erma, merupakan kerja sama dengan pihak swasta, yaitu PT Mitra Tanam Sejahtera. Kerja sama ini menjadi bukti bahwa KAMAJAYA dapat diimplementasikan secara luas di sektor perkebunan dan memiliki mitra pengguna yang jelas.

"Ini berbasis industri dan merupakan langkah awal komersialisasi bagi KAMAJAYA, yang ke depannya akan banyak berperan dalam membantu sektor pertanian, perkebunan, serta sektor-sektor lain yang membutuhkan prediksi musim yang akurat," tutur Erma.

Untuk pengembangan sistem pendukung keputusan lainnya, KAMAJAYA menjadi satu-satunya program yang akan dijadikan percontohan. Erma berharap kerja sama antara Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN dengan PT Mitra Tanam Sejahtera berjalan sukses dalam memberikan informasi prediksi serta verifikasi.

Secara teknis, KAMAJAYA didukung oleh sistem pengamatan atmosfer berbasis sensor permukaan, radar, dan satelit, serta sistem prediksi atmosfer berbasis model atmosfer dan sistem komputasi kinerja tinggi. Oleh karena itu, Erma menekankan bahwa prediksi musim dari KAMAJAYA merupakan strategi yang dapat digunakan sebagai rekomendasi manajemen pertanian untuk menghadapi ancaman kekeringan atau kebanjiran.

Sumber: brin.go.id

Artikel Terkait