Danfoss Power Solutions berkolaborasi dengan AIREI, memamerkan solusi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan otomatisasi untuk pabrik kelapa sawit pada Palm Oil International Congress and Exhibition (PIPOC) 2025 yang berlangsung pada 18–20 November di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia.
Kolaborasi Danfoss dan AIREI menampilkan integrasi teknologi AI dan sistem otomasi industri yang dirancang untuk mendukung pengembangan pabrik kelapa sawit cerdas. Solusi ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, menekan biaya produksi, serta membantu industri sawit mengurangi oil losses dan meningkatkan keberlanjutan.
“Kami hadir di PIPOC karena jangkauan bisnis kami tidak hanya Indonesia, tetapi juga Amerika Latin, Amerika Tengah, hingga Afrika. Ini merupakan platform yang tepat untuk memperkenalkan teknologi baru kepada pasar global,” ujar Hendro George P., Head of Industrial Sales and Applications, Danfoss Power Solutions Industrial Division South East Asia.
Dalam kerja sama ini, AIREI mengembangkan teknologi AI, sementara Danfoss Power Solutions menyediakan solusi otomasi dan sistem kendali industri yang mendukung operasi pabrik yang stabil dan andal. Integrasi kedua teknologi ini memungkinkan pemantauan proses produksi secara real-time dan pengambilan keputusan berbasis data di berbagai tahapan pengolahan.
Teknologi AI ini telah diperkenalkan secara komersial sejak tahun lalu dan mendapat respons positif dari pelaku industri sawit. Salah satu pabrik kelapa sawit di Malaysia yang telah menerapkan sistem ini sejak tahun lalu mencatat penurunan signifikan pada tingkat oil losses, yang selama ini menjadi tantangan utama dalam proses produksi.
Solusi AI tersebut memanfaatkan kamera dengan kemampuan Real-Time Data Vision (RDV) untuk membaca warna, luas area, dan pergerakan material sepanjang lini produksi. Salah satu penerapan utamanya adalah penilaian kematangan tandan buah segar (TBS) berdasarkan variasi warna permukaan buah. Data yang dihasilkan tidak hanya digunakan untuk pemantauan, tetapi juga untuk merekam histori kematangan, menentukan resep perebusan yang sesuai, serta mendukung proses grading otomatis sebelum pengolahan.
Pada tahap pengepresan, sistem AI memantau pergerakan serat (fiber) dengan menganalisis kecepatan aliran minyak. Perlambatan pergerakan menjadi indikator dini potensi penyumbatan sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat. Selain itu, AI juga mendukung prediksi usia pakai komponen, termasuk rekomendasi penggantian peralatan setelah periode operasi tertentu untuk mencegah gangguan produksi.
Danfoss dan AIREI optimistis teknologi ini memiliki potensi besar untuk diadopsi secara luas di Indonesia, mengingat besarnya kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan oil losses di ratusan pabrik kelapa sawit nasional.














