• Minggu, 4 Oktober 2026
Seremoni

Sawit “Pohon Ajaib”, UKM Dapat Bermain di Pasar Premium

Direktur South-East Asia Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center, IPB University, Dr. Puspo Edi Giriwono, menyebut bahwa kelapa sawit merupakan salah satu “produk ajaib” yang diwariskan kepada generasi penerus Indonesia. Potensi sawit, menurutnya, bukan hanya sebagai bahan baku minyak goreng, tetapi juga sumber berbagai produk bernilai tambah tinggi bagi kemandirian ekonomi nasional.

“Kalau kita punya crude oil (minyak bumi), itu hanya bisa dikelola oleh industri besar. Tapi crude palm oil (sawit) berbeda. Ia egaliter—bisa digarap oleh pelaku usaha kecil hingga korporasi besar. Bahkan, jika menguasai teknologinya, sawit bisa jadi bahan bakar roket,” ujar Puspo dalam paparannya di Workshop Jurnalis Promosi UMKM Sawit bertema “Kolaborasi Media dan Pelaku UKM Sawit untuk Indonesia Emas 2045” yang digelar di Serpong, Banten, Kamis (23/10/2025). Kegiatan ini diselenggarakan Majalah Sawit Indonesia atas dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Menurut Puspo, sawit berperan besar dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam aspek ketahanan pangan global. Ia menjelaskan, ketika populasi dunia mencapai 10 miliar jiwa, kebutuhan minyak nabati akan meningkat hingga 225 juta sampai 250 juta ton per tahun.

Ketua Pelaksana Acara Workshop Jurnalis Promosi UKM Sawit, Qayum Amri menjelaskan peranan strategis Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam mendukung pengembangan UKM sawit. Ia menyebut, BPDP telah menginisiasi katalog berisi 100 produk sawit dari 22 UKM di berbagai daerah seperti Riau, Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.

“Selama ini sawit dikenal hanya sebatas minyak goreng. Padahal, ada sekitar 32 jenis produk UKM sawit — mulai dari batik, skincare, kosmetik, aromaterapi, lilin, kopi, cokelat, keripik, hingga batik dan mie sawit merah. Sawit bukan hanya milik korporasi, tapi milik semua. Dengan memperluas pemberitaan positif, kita bisa menghapus stigma negatif terhadap sawit, apalagi 40 persen lahan sawit saat ini dimiliki petani kecil,” ujarnya.

Dalam bidang pangan, riset SEAFAST IPB menunjukkan bahwa minyak sawit merah (red palm oil) memiliki manfaat gizi luar biasa karena mengandung vitamin A dan E yang tinggi.

“Kami melakukan riset laboratorium, hasilnya, minyak sawit merah mampu memperbaiki fungsi kognitif, setara dengan asupan omega-3 dari ikan sarden,” jelasnya.

Temuan ini juga sejalan dengan data UNICEF yang menunjukkan penurunan kasus kekurangan vitamin A di Nigeria, salah satu negara yang aktif mengonsumsi minyak sawit merah.

Puspo menekankan bahwa pengolahan minyak sawit merah sangat potensial bagi UMKM. Dengan modal sekitar Rp150 juta, pelaku usaha sudah bisa memiliki peralatan produksi sederhana yang dapat dibeli secara daring, misalnya melalui Alibaba.

“Minyak goreng biasa dijual Rp40 ribu per dua liter, tapi minyak sawit merah bisa mencapai Rp800 ribu per liter di pasar Eropa. Bahkan sabun berbasis sawit merah dijual hingga Rp150 ribu per batang yang merupakan buatan Amerika dan dijual juga di Indonesia,” ujarnya.

Akademisi IPB University ini mengatakan, produk inovatif hasil riset IPB University tersebut terbukti efektif dalam mencegah stunting dan meningkatkan fungsi kognitif anak. Kandungan vitamin A dan E yang tinggi dalam minyak sawit merah sangat membantu menekan defisiensi kedua vitamin tersebut. Ia mencontohkan, di Nigeria banyak anak (masyarakat setempat,red) yang mengkonsumsi minyak sawit merah sehingga kasus kekurangan vitamin A sangat rendah.

“Jadi manfaat kesehatan mengkonsumsi minyak sawit merah bagus untuk kesehatan mata. Penelitian menunjukkan bahwa mendapatkan cukup minyak dalam makanan dapat membantu penyerapan vitamin A dan vitamin yang larut dalam lemak lainnya dengan lebih efektif.,” jelasnya.

Puspo juga mengatakan, minyak sawit merah mengandung kadar pro vitamin A yang sangat tinggi (500 sd 750 ppm). Pro vitamin ini penting untuk menjaga kesehatan mata dan penglihatan. Manfaat lainnya adalah meningkatan kesehatan otak. Mengingat, minyak sawit merah mengndaung kadar vitamin E yang sangat tingg (500 sd 800 ppm).

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 169)

Artikel Terkait