• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Tahun ini INSTIPER Yogyakarta Mendidik 876 Mahasiswa Baru

Yogyakarta, SAWIT INDONESIA – INSTIPER Yogyakarta sebagai perguruan tinggi dengan kompetensi di bidang perkebunan dan perhutanan telah berhasil mencetak SDM yang handal. Bahkan, lulusan dari kampus ini tidak sedikit yang terserap di industri.

Maka, tak heran INSTIPER Yogyakarta masih dipercaya oleh Masyarakat yang berasal dari berbagai daerah. Hal ini dibuktikan dengan tingginya minat para mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan kemampuan akademik dan non akademik. Di tahun ini (Tahun Akademik 2025/2026), kampus yang berlokasi di Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menerima sebanyak 876 mahasiswa.

Mahasiswa baru terdistribusi di fakultas Pertanian 608 mahasiswa, Fakultas Teknologi Pertanian 155 mahasiswa, dan Fakultas Kehutanan 77 mahasiswa.

Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Harsawardana, M.Eng menyampaikan jumlah mahasiswa baru (tahun akademik 2025/2026) meningkat 100 mahasiswa dibanding tahun akademik 2024/2025.

“Mahasiswa baru INSTIPER TA 2025/2026 berasal dari 26 provinsi di Indonesia dengan Provinsi Riau menjadi provinsi asal mahasiswa terbanyak yang disusul dengan Sumatera Utara dan Provinsi Kalimantan Barat,” ujarnya.

“Dari total 876 mahasiswa baru, sebanyak 230 atau 27% merupakan mahasiswa penerima beasiswa. Dengan rincian, beasiswa SDM Sawit (Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian dan Badan Pengelola Dana Perkebunan) sebanyak 150 mahasiswa. Beasiswa dari perusahaan (PT RAPP) 39 mahasiswa, Asian Agri 2 mahasiswa, dan 39 mahasiswa (beasiswa KIP Kuliah). Sementara, program Pascasarjana 36 mahasiswa per 1 September 2025. Sehingga total keseluruhan mahasiswa baru INSTIPER adalah 876 mahasiswa,” imbuh Dr. Harsawardana.

Dalam proses pembelajarannya, INSTIPER Yogyakarta terus beradaptasi pada perkembangan teknologi terkini. Di era industri 4.0 yang kian pesat dan berdampak pada perubahan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri yang mengharuskan lulusan pendidikan tinggi untuk memiliki kemampuan yang disebut dengan istilah HOTS (High Order Thinking Skill), khususnya di bidang agro industri.

“Kemampuan HOTS ini tercakup dalam 6C (Communication, Collaboration, Critical Thinking, Creative Thinking, Computational Logic dan Compassion) untuk melengkapi kompetensi yang telah diperoleh di bangku kuliah (intra kurikuler) dan kegiatan kemahasiswaan (ekstra kurikuler),” jelas pria yang menjabat Rektor INSTIPER Yogyakarta periode kedua.

INSTIPER Yogyakarta merupakan perguruan tinggi yang telah terpercaya untuk mencetak SDM unggul yang siap memasuki dunia kerja dan dunia industri. Dan, telah memantapkan posisinya di core competency di bidang perkebunan dan perhutanan, sehingga dipercaya oleh berbagai mitra kerja baik perusahaan maupun instansi pemerintah.

Dikatakan Dr. Harsawardana, secara khusus INSTIPER memulai Transformasi Pendidikan menuju INSTIPER Baru – All New INSTIPER. Dengan desain Transformasi pada kurikulum dan metode pembelajaran yang akan membangun kompetensi melalui pendekatan block kompetensi (competency block) yang bersifat modular, fleksible dan adapatif sertafuturistic.

“Kuliah dapat dilaksanakan dengan borderless system, tidak terbatas ruang kelas atau laboratorium melalui interconnectivity,” katanya, saat menyampaikan sambutan di acara pembukaan Kuliah Tahun Akademik 2025/2026, di Grha INSTIPER Yogyakarta, pada Selasa (2 September 2025).

Artikel Terkait