Berita Terbaru
Strategi Dongkrak Harga TBS, Dirjenbun Terima Usulan Apkasindo
JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Menyikapi situasi terkini kelapa sawit Indonesia, terkhusus anjloknya harga TBS Petani sampai 60-70 persen dibawah harga penetapan Dinas Perkebunan, 22 Provinsi APKASINDO (asosiasi petani kelapa sawit Indonesia), mendatangi Kementerian Pertanian cq Ditjen Perkebunan.
APKASINDO langsung diterima oleh Andi Nur Alamsyah, Dirjen Perkebunan, didampingi oleh Sesditjenbun, Heru, Direktur Perlindingan Tanaman Baginda Siagian yang sekaligus Plt Direktur Pemasaran/Pengolahan Hasil Perkebunan.
Adapun Agenda yang dari pada kedatangan petani sawit dari 22 Provinsi penghasil sawit ini adalah :
1. Penyerahan dokumen permohonan rekomendasi teknis (rekomtek) pedirian PKS Petani sawit. Adapun usulan dari pendirian PKS Petani ini semula 10 unit, namun yang baru disetujui oleh BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) baru 3 unit. Rencana ketiga unit PKS ini adalah di Provinsi Papua Barat (Lokasi Kebun PSR, di Kab Manokwari), di Kalimantan Barat (Kota Singkawang), dan Provinsi Banten.
2. Dialog dengan Dirjen Perkebunan sekaligus silaturahmi. Topik dengan Dirjen Perkebunan adalah upaya Kementan dalam mendongkrak harga TBS Petani dan Laporan dari APKASINDO tentang kondisi terkini ekonomi, sosial dan Kamtibmas masyarakat di sentra perkebunan sawit rakyat;
3. Update informasi penerimaan mahasiswa Program Beasiswa BPDPKS-Kementan;
Usulan APKASINDO Penguatan Permentan 01 Tahun 2022.
4. Penyampaian Ucapan Terimakasih kepada Direktur Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perkebunan (Pak Dedi Junaidi) karena Memasuki Mas Pensiun;
5. Percepatan Capaian PSR Nasional;
Acara ini langsung dihadiri 18 Ketua DPW APKASINDO dari 22 Provinsi APKASINDO.
Semua Ketua-Ketua DPW memakai pakaian adat-budaya masing-masing Provinsi, sebagai penanda sawit itu adalah pemersatu bangsa sekaligus tulang-punggung ekonomi rumah tangga petani sawit.
Pada pertemuan tersebut Gulat mengatakan bahwa persoalan saat ini sangat komplek dan berbelit-belit. Semua permasalahan yang terjadi saat ini Bermula dari kelangkaan dan mahalnya harga Minyak Goreng dan petani sawit lah yang paling dirugikan sebagai akibatnya. Dimana harga TBS Petani sudah berada pada titik terendah sejak 3 bulan terakhir. Hal ini tidak terlepas dari rendahnya hasil tender CPO di KPBN yang hari ini berada pada angka Rp.7.775/kg. Harga CPO ini menggambarkan harga TBS petani akan jatuh pada angka Rp1250-1500/kg. Diketahui harga CPO hari ini di Rotterdam USD 1480/ton (Rp22.200) dan di Malaysia RM 4.555/ton (Rp.15.500). Jauhnya selisih harga CPO hasil tender di KPBN dengan Harga CPO Rotterdam, menggambarkan betapa beratnya beban CPO Indonesia akibat DMO, DPO, FO, BK dan PE. Akibatnya harga CPO Indonesia tertekan sampai 65% dari harga Roterdam. Matematikanya adalah bahwa semakin rendah harga CPO tender KPBN maka semakin anjlok harga TBS Petani.
Untuk itu Petani sawit harus segera masuk kesisi hilir, yaitu dengan mendirikan PKS dan Pabrik Minyak Goreng sawit (MGS) dan Pabrik Minyak Makan Merah (M3).
Pada kesempatan tersebut 3 Provinsi yang sudah selesai permohonan rekomtek pendirian PKS diserahkan secara simbolik oleh Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr Gulat ME Manurung, CIMA disamsikan semua peserta yang hadir.
"Kami juga menyinggung masalah beasiswa anak-anak kami, supaya dalam penerimaan mahasiswa tahun ini tidak hanya mengedepankan nilai (skor), tapi harus Kembali kepada hakekat dari Beasiswa tersebut yaitu untuk anak-anak petani sawit dan anak buruh tani sawit. Jadi pijakannya (filosopinya) gak bisa keluar dari situ," jelas Gulat.
Pada acara tersebut Dirjen Perkebunan Andi Nur Alam, mengatakan sangat terhormat karena langsung dikunjungi Petani sawit dari 18 Provinsi sawit dibawah asosiasi APKASINDO. Ini merupakan momen langka, untuk itu atas diskusi yang sudah disampaikan oleh Petani sawit makan menjadi catatan penting bagi saya sebagai Dirjen Perkebunan yang baru 3 hari lalu menjabat. Pak Dirjen juga berharap komunikasi yang lebih intens kedepannya dengan APKASINDO, saya siap menerima masukan untuk kebaikan Bersama tentunya.
"Setelah saya dilantik menjadi Dirjen Perkebunan 3 hari yang lalu, bahwa APKASINDO lah yang pertama menyapa nya dan ini menjadi pertanda baik kedepannya. Khusus mengenai pabrik sawit , saya sangat mendukung, terkhusus untuk lokasi pendirian pabrikrik tersebut berada di sentra perkebunan sawit rakyat yang dipusatkan di lokasi perkebunan PSR, "tambahnya
"Saya berharap, kedepannya lebih sering berdidkusi seperti ini, tapi dalam suasana yang agak santailah, jangan formil-formil kali, biar semua lebih terbuka," kata Dirjenbun.
Dijadwalkan akan ada rapat malam ini membahas ketiga proposal tersebut dan berjanji tiga hari kedepan sudah mendapat gambaran tentang hal-hal yang dianggap perlu segera dilengkapi jika ada yang kurang.
Terkait masalah anjloknya harga TBS Petani, Dirjend Perkebunan menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian terus mencari upaya dan terobosan untuk dapat membantu mendongkrak harga TBS.
Direktur Perlindungan Tanaman, Baginda Siagian menjelaskan bahwa Penerima Beasiswa tahun ini adalah sebanyak 1000 mahasiswa. Nanti akan diadakan seleksi terlebih dahulu dan selanjutnya dilakukan perengkingan dengan tentunya tetap mengacu keterwakilan masing-masing provinsi sawit. Luas kebun sawit di provinsi sawit tentu juga menjadi pertimbangan dalam menerima mahasiswa penerima bebasiswa.
Pada akhir kesempatan ini 18 Provinsi yang hadir secara serentak memberikan cenderamata dari Provinsi masing-masing dalam bentuk topi adat-budaya kepada Pak Dirjenbun.
"Kami APKASINDO ingin memberikan pesan kepada Kementerian pertanian bahwa sawit tersebut adalah pemersatu bangsa karena sawit tumbuh subur dari Aceh sampai Papua. Dan Petani sawit ada disana, jadi tidak boleh hanya melihat sisi korporasinya saja," urainya.
Setelah itu acara dilanjutkan pemberian cenderamata dari APKASINDO kepada Bapak Dedi Junaidi, yang baru memasuki masa pension, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pemasaran dan Pengolahan Hasil Tanaman Perkebunan.
Turut juga hadir pada acara tersebut Mayjend (Purn) Erro Kusnara sebagai Dewan Pembina DPP APKASINDO, yang juga Tenaga Ahli Utama KSP. Dr Tri Candra, Syaiful Bahari, Dewan Pakar DPP APKASINDO, Bupati Manokwari dan Kepala Dinas Perkebunan Manokwari, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Utara dan Tenaga Ahli PKS Mitra DPP APKASINDO.
Acara dilaksanakan di Aula Ditjenbun Gedung C, dimulai tepat pukul 11.00 WIB dan berakhir tepat pukul 13.00 WIB yang diakhiri dengan Silaturahmi dan makan siang Bersama.
"Kami APKASINDO sangat mengapresiasi sambutan penuh kekeluargaan dari Dirjenbun dan tentunya kedepannya harus tetap demikian. Dan kami sangat terhormat apa yang kami sampaikan langsung direspon oleh Pak Dirjend. Ya memang kami sangat merindukan Dirjen Defenitif, dua tahun kami menantinya.
Kementerian, dalam hal ini Direktorat Perkebunan adalah rumah kami Petani sawit, tentu banyak harapan dan perlindungan yang kami harapkan kedepannya. APKASINDO lahir 22 tahun yang lalu dimana “rahimnya” adalah Dirjen Perkebunan Ketika itu Prof DR Agus Pakpahan, " ujat Gulat .
Jadi Dirjenbun adalah tenpat kami mengadu untuk semua persoalan kami petani sawit, terkhusus persoalan ambruknya harga TBS pada 3 bulan terakhir.
Perihal pendirian PKS di 3 Provinsi, terlebih dahulu dipersentasekan oleh Dr Riyadi Mustofa, CEA dari Konsultan Mitra APKASINDO. Dan dari persentase tersebut nampaknhya Pak Dirjend sangat puas dan yakin bisa lebih cepat penerbitan Rekomtek nya. Dan Pak Dirjend Perkebunan pada pertemuan tersebut berjanji segera berkoordinasi dengan BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) perihal tindaklanjutnya.
Pertemuan tersebut juga memberikan waktu kepada peserta untuk memberikan pertanyaan kepada Petani mewakili 4 Pulau, Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Semua penanya menyampaikan unek-uneknya dan Pak Dirjend menanggapinya dengan sangat serius sembari meminta Staf-Staf nya untuk mencatat semua masukan.
Gulat juga menjelaskan bahwa besok hari Selasa, DPP AKSINDO dan perwakilan 18 Provinsi sawit yang hadir akan melakukan audiens ke BPDPKS dan sorenya ke Kemenko MARVES sebagai kegiatan organisasi. Pertemuan tersebut sangat bermanfaat dan Hal ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk berdidkusi dengan BPDPKS dan Pak Luhut Panjaitan.














