• Rabu, 30 September 2026
Berita Terbaru

1.535 Mahasiswa dari Enam Kampus Disatukan dalam Bintalfisdis AAU

YOGYAKARTA, SAWIT INDONESIA — Sebanyak 1.535 mahasiswa penerima Beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit dari enam perguruan tinggi mitra Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) disatukan dalam satu proses pembinaan di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta. Berbeda kampus dan latar belakang pendidikan, mereka menjalani pembinaan yang sama untuk membangun mental, fisik, disiplin, serta kemampuan bekerja sama.

Kegiatan Bina Mental, Fisik, dan Disiplin (Bintalfisdis) tersebut dibuka di AAU Yogyakarta, Senin (28 September - 2 Oktober 2026). Para peserta berasal dari AKPY-STIPER Yogyakarta, INSTIPER Yogyakarta, Politeknik LPP Yogyakarta, Politeknik YKPN, Sekolah Pendidikan Vokasi Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta.

Kehadiran mahasiswa dari enam perguruan tinggi dalam satu kegiatan menjadi ruang untuk membangun kebersamaan sekaligus memperluas pengalaman di luar lingkungan kampus. Mereka tidak hanya mengikuti aktivitas fisik, tetapi juga belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, dan kerja sama.

Gubernur AAU Yogyakarta, Marsekal Muda TNI Donald Kasenda, S.T., S.I.P., M.M., mengatakan lingkungan AAU dapat menjadi ruang bagi peserta untuk mengenal dan mengembangkan potensi diri melalui proses pembinaan yang menekankan ketangguhan, disiplin, semangat juang, serta kerja sama.

Sambutan tersebut dibacakan oleh Kolonel Pas Iwan Setiawan, S.T., M.Han., Kepala Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AAU Yogyakarta.

“Atas nama keluarga besar Akademi Angkatan Udara, saya mengucapkan selamat datang di Akademi Angkatan Udara Yogyakarta kepada seluruh pimpinan, pembina, instruktur, dan para peserta,” ujarnya.

Menurut Donald, kekuatan mental, kondisi fisik yang prima, dan kedisiplinan merupakan bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan, baik selama menempuh pendidikan maupun ketika memasuki kehidupan profesional.

Peserta diminta mengikuti setiap tahapan pelatihan secara serius dan penuh semangat, sekaligus menaati aturan serta arahan pembina dan instruktur.

“Jadikan setiap pelatihan sebagai proses untuk meningkatkan kemampuan diri, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkembangkan sikap pantang menyerah dan bertanggung jawab,” pesannya.

Enam Kampus, Satu Proses Pembinaan

Bintalfisdis di AAU tidak hanya mempertemukan mahasiswa dalam aktivitas bersama, tetapi juga mempertemukan berbagai latar belakang pendidikan dalam satu proses pembentukan karakter.

Interaksi antarmahasiswa dari enam perguruan tinggi tersebut menjadi bagian penting dari pembinaan. Mereka memiliki kesempatan untuk mengenal satu sama lain, membangun kekompakan, serta belajar menghargai perbedaan.

Donald menekankan, kebersamaan selama mengikuti pelatihan perlu dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk membangun kerja sama dan sikap saling menghargai.

Bagi mahasiswa calon SDM perkebunan kelapa sawit, kemampuan tersebut menjadi bagian dari bekal ketika kelak memasuki lingkungan kerja yang menuntut kolaborasi lintas bidang dan latar belakang.

Di sektor perkebunan, kemampuan teknis dan akademik perlu berjalan bersama dengan kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, memegang tanggung jawab, dan menjalankan tugas secara disiplin.

Pengalaman selama Bintalfisdis diharapkan tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan lingkungan AAU. Nilai-nilai yang diperoleh selama pembinaan dapat dibawa kembali ke kampus, organisasi, lingkungan masyarakat, hingga nantinya ke tempat kerja.

Mental, Fisik dan Disiplin Jadi Fondasi

Donald menjelaskan, Bintalfisdis tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan fisik. Mental, fisik, dan disiplin merupakan tiga aspek yang saling berkaitan dalam membentuk pribadi yang tangguh.

Pembinaan mental diarahkan untuk menumbuhkan integritas, keberanian, kejujuran, dan keteguhan hati. Latihan fisik ditujukan untuk meningkatkan kebugaran sekaligus daya juang.

Sementara itu, disiplin diharapkan menjadi kebiasaan yang dibawa peserta dalam kehidupan sehari-hari. Ketepatan waktu, ketaatan terhadap aturan, tanggung jawab, dan konsistensi menjalankan tugas merupakan nilai yang dibutuhkan dalam lingkungan profesional.

“Ketiganya merupakan fondasi yang kuat dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas,” tegasnya.

Bagi mahasiswa penerima Beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit, pembentukan karakter tersebut melengkapi kompetensi akademik yang diperoleh di perguruan tinggi.

Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk memahami bidang keilmuan masing-masing, tetapi juga memiliki karakter, etos kerja, dan kesiapan menghadapi lingkungan profesional.

Bekal untuk SDM Sawit Masa Depan

Sebanyak 1.535 mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan SDM perkebunan kelapa sawit yang memiliki kompetensi sekaligus karakter.

Pengalaman berada dalam satu proses pembinaan bersama mahasiswa dari perguruan tinggi lain memberi mereka kesempatan untuk belajar bahwa keberhasilan dalam dunia profesional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu.

Kerja sama, kepemimpinan, komunikasi, tanggung jawab, dan kedisiplinan juga menjadi bagian dari kemampuan yang dibutuhkan dalam menghadapi dunia kerja.

“Manfaatkan kesempatan berada di Akademi Angkatan Udara ini untuk belajar, menempa diri, dan mengambil nilai-nilai positif yang nantinya dapat diterapkan di lingkungan pendidikan maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Donald.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama mengikuti rangkaian kegiatan.

“Laksanakan setiap pelatihan dengan penuh tanggung jawab dan jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk menjadi insan yang profesional, berkarakter, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Bintalfisdis di AAU akhirnya bukan sekadar pertemuan 1.535 mahasiswa dalam satu lokasi. Kegiatan ini menjadi ruang pembentukan nilai bersama bagi calon SDM sawit dari enam perguruan tinggi—membangun karakter, kekompakan, dan kesiapan untuk menghadapi dunia profesional.

Artikel Terkait