Berita Terbaru
Ssst, Negara Maju Iri Nutrisi Sawit Menyamai ASI
JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Prof Nuri Andarwulan, Guru Besar IPB University menyampaikan minyak sawit sebagai ingredien pangan olahan yang sulit digantikan oleh minyak atau lemak lainnya.
“Minyak sawit sebagai ingredien minyak pangan olahan. Minyak sawit sangat sulit untuk disubstitusi oleh minyak lemak yang ada di pasaran. Ini berhubungan dengan keekonomian dan teknologi yang diterapkan,” ucapnya.
Dijelaskan Prof Nuri, salah satu produk berbahan minyak sawit yang digunakan untuk olahan pangan yaitu margarin untuk oles. Dulu margarin bahan bakunya bersumber dari minyak biji-bijian yang dihidrogenasi. Tetapi sekarang margarin sawit dapat bersaing dan lebih kompetitif.
“Berikutnya minyak sawit untuk masak yaitu vegetable ghee atau margarin cair adalah teksturisasi campuran dari fraksi minyak sawit dan masih banyak lain produk lain dari sawit yang digunakan untuk makanan misalnya margarin for cream yang sulit gantikan oleh minyak nabati lainnya. Dan, untuk bahan Non dairy creamer dan chocolate coating,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof Nuri menegaskan hanya minyak sawit yang bisa digunakan untuk speciality fats. Minyak sawit sebagai bahan baku untuk produksi lemak bernilai ekonomi tinggi – Cocoa Butter Analog (CBA) yaitu CBE (Cocoa Butter Equivalents), CBR (Cocoa Butter Replacers), CBS (Cocoa Butter Substitutes), CBX (Cocoa Butter Extenters).
“Dan, yang tidak kalah penting yaitu minyak sawit sebagain ingedrien produk susu formula (infant, follow on, growing-up formula). Minyak sawit digunakan untuk growing-up formula supaya mirip dengan Air Susu Ibu (ASI). Hasil dari sampling susu formula yang ada di pasaran 90% mengandung minyak sawit,” urainya.
Ia mengatakan susu formula harus menggunakan minyak sawit untuk mencampuri supaya bisa menyamai ASI. “Banyak orang tidak tahu kandungan di susu formula berasal dari minyak sawit. Itu sebabnya negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat menekan komoditas sawit,” tegasnya.
Susu formula mengandung campuran spesifik lemak nabati yang berasal dari minyak sawit untuk meniru kandungan asam lemak jenuh (SFA), asam lemak tak jenuh rantai tunggal (MFA), dan asam lemak tak jenuh rantai jamak (PUFA) pada ASI3.
Susu formula mengandung campuran spesifik lemak nabati untuk meniru kandungan asam lemak jenuh (SFA), asam lemak tak jenuh rantai tunggal (MUFA), dan asam lemak tak jenuh rantai jamak (PUFA) pada ASI3. Campuran minyak nabati yang biasa ditambahkan adalah minyak olein sawit, kelapa, kedelai, bunga matahari tinggi oleat, jagung, kanola, sunflower, zaitun dan MCT4,5,6,78,9.






