• Selasa, 6 Oktober 2026
Berita Terbaru

Siti Ngaisah Salah Satu Pengasuh Setia di TPA Wilmar Group Area Kalteng

SAMPIT, Sawit Indonesia - Ketulusan dan sentuhan kasih sayang selalu menyertai Siti Ngaisah saat mengasuh anak-anak di Tempat Penitipan Anak (TPA) atau daycare "Harapan Bunda". Salah satu TPA milik perusahaan sawit PT Mustika Sembuluh - I, Wilmar Group, yang beroperasi di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Bahkan, ia lakukan sejak mengawali harinya saat tiba di TPA, dengan senyum dan panggilan lembut kepada anak-anak yang diasuh. Hal kecil inilah yang menjadikan anak-anak merasa memiliki kedekatan emosional dengannya.

Meski anak-anak yang ada di TPA bukanlah anak kandung, tetapi diasuhnya dengan tulus tanpa rasa jenuh. "Anak-anak yang ada di TPA Harapan Bunda, sudah saya anggap seperti anak sendiri. Misalnya, ada yang bandel, dibujuk agar patuh. Rasanya saya bukan lagi bekerja, tapi mengasuh anak sendiri. Saya ingin tetap bekerja mengasuh anak-anak selama masih kuat," kata Siti sapaan karib Siti Ngaisah.

Terhitung sejak 2005, Siti sudah lebih dari dua puluh tahun mengabdikan diri mengasuh anak-anak para pekerja perempuan perusahaan sawit (PT Mustika Sembuluh). Salah satu anak yang diasuh sejak bayi, kini sudah bekerja di PT Mustika Sembuluh.

Siti adalah perempuan berasal dari Wonosobo, Jawa Tengah. Meninggalkan kampung halaman ke Kalimantan Tengah karena mengikuti suaminya, yang saat itu bekerja di perusahaan yang baru berdiri dan tengah menanam sawit perdana. Namun tak lama kemudian suaminya meninggal dunia.

Kendati suaminya telah tiada, Siti memilih bertahan dan bekerja mengasuh anak di TPA demi membesarkan dan membiayai ketiga anaknya, yang kini telah dewasa dan bekerja di perusahaan (PT Mustika Sembuluh).

Kisah Siti Ngaisah salah satu potret ketulusan dari para pengasuh yang ada di TPA "Harapan Bunda" PT Mustika Sembuluh – Wilmar Group area Kalimantan Tengah.

TPA rumah kedua yang aman

TPA Harapan Bunda, semula hanya satu ruangan sederhana. Namun, seiring berjalannya waktu dan kini keberadaannya telah dua dekade berkembang. Hingga saat ini memiliki beragam fasilitas lengkap, mulai dari ruang bermain, alat edukatif, dan tenaga pengasuh terlatih seperti Siti.

Fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung kesejahteraan keluarga karyawan, terutama para ibu yang bekerja di perkebunan. Melalui fasilitas tersebut, anak-anak mendapatkan pengasuhan, gizi, dan stimulasi pendidikan usia dini dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih.

Keberadaan TPA bagi banyak keluarga di perkebunan, bukan sekadar tempat menitipkan anak, melainkan rumah kedua yang memberi rasa aman dan kesempatan bagi para orang tua untuk bekerja dengan tenang.

Mengingat keberadaannya cukup penting, saat ini (Wilmar Group) telah mengoperasikan 50 TPA di wilayah Kalimantan Tengah.

Koordinator Sustainability Wilmar Central Kalimantan Project, Sarimanah, menyampaikan keberadaan TPA bukan hanya bentuk dukungan bagi karyawan, tetapi juga investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

"Anak-anak yang sejak kecil tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terdidik di TPA. Anak-anak juga tumbuh dengan disiplin, kemandirian, dan nilai-nilai kebersamaan. Bahkan, kini banyak yang telah menempuh pendidikan lebih tinggi dan kembali bekerja di perusahaan yang dulu menjadi tempat orang tua mereka mencari nafkah," ujar Sarimanah.

Wilmar Group memiliki komitmen dalam keberlanjutan bisnisnya di semua area operasionalnya, yang diwujudkan dengan berbagai program dan fasilitas untuk pekerja. Di antaranya, TPA, sekolah Bina Bangsa, dan berbagai inisiatif sosial lain menjadi bukti nyata upaya perusahaan dalam mendukung kesejahteraan keluarga di perkebunan.

"Perusahaan berkomitmen bahwa pembangunan industri yang berkelanjutan tidak hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga tentang manusia yang ada di baliknya, yaitu para pekerja, keluarga, dan anak-anak yang menjadi masa depan bangsa," pungkas Sarimanah.

Artikel Terkait