• Kamis, 29 Oktober 2026
Berita Terbaru

Sinergi DGL Learning Institute dan Pemkab Perkuat Tim STDB melalui Bimtek

Bengkulu, SAWIT INDONESIA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma melalui Dinas Pertanian bersinergi dengan DGL Learning Institute untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pendataan perkebunan kelapa sawit rakyat. Kolaborasi ini diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Tim Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 di Grage Hotel Bengkulu.

Kegiatan tersebut diikuti 27 peserta dari Dinas Pertanian Kabupaten Seluma. Bimtek difokuskan pada peningkatan kompetensi teknis petugas dalam melakukan pendataan, pemetaan kebun, verifikasi dokumen, hingga penginputan data untuk mendukung penerbitan STDB.

Sinergi pemerintah daerah dan lembaga pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola perkebunan kelapa sawit rakyat melalui penyediaan data yang akurat, tertib administrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Direktur Utama DGL Learning Institute, M. Gema Aliza Putra, mengatakan penguatan kapasitas Tim STDB memiliki peran penting dalam mendukung kualitas pendataan perkebunan rakyat. Menurutnya, STDB bukan sekadar dokumen administratif, melainkan salah satu dasar bagi pemerintah untuk memperoleh informasi mengenai usaha perkebunan dan merancang program yang sesuai dengan kebutuhan pekebun.

“STDB dapat diibaratkan sebagai KTP bagi kebun rakyat. Dokumen ini bukan hanya menjadi bagian dari legalitas usaha perkebunan, tetapi juga menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperoleh data yang akurat dan menentukan arah kebijakan serta dukungan bagi pekebun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kualitas data STDB sangat bergantung pada kemampuan petugas dalam melakukan verifikasi lapangan, pemetaan koordinat atau poligon, serta validasi dokumen. Karena itu, peningkatan kapasitas tim menjadi langkah penting agar proses pendataan dapat dilaksanakan secara lebih cermat dan sesuai ketentuan.

Data yang valid dapat dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan berbagai program perkebunan, termasuk Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), bantuan sarana dan prasarana, serta pemenuhan kebutuhan ketertelusuran (traceability) dalam rantai pasok kelapa sawit.

“Dari sawit, untuk sawit, dan untuk kesejahteraan pekebun di daerah. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara nyata di lapangan. Kualitas data hari ini akan menentukan ketepatan kebijakan dan bantuan bagi pekebun di masa mendatang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial, S.P., M.Si., menegaskan bahwa peningkatan kompetensi Tim STDB merupakan bagian penting dalam memperbaiki kualitas administrasi dan data perkebunan kelapa sawit di daerahnya.

Menurutnya, kemampuan petugas dalam melakukan pendataan, pemetaan, dan verifikasi dokumen diperlukan untuk menghasilkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar dalam menyusun perencanaan pembangunan perkebunan sekaligus mendukung pelaksanaan program pemerintah agar lebih tepat sasaran.

“Melalui bimbingan teknis ini, kami berharap seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam proses pendataan, pemetaan, serta verifikasi dokumen STDB. Data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sangat penting untuk mendukung perencanaan pembangunan perkebunan dan memastikan program pemerintah dapat menjangkau pekebun secara tepat sasaran,” katanya.

Dalam bimtek tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai regulasi dan alur penerbitan STDB, teknik pendataan, pemetaan menggunakan GPS, penginputan melalui aplikasi, serta verifikasi data. Materi ini dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan pendataan di lapangan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Seluma, Azfit Ariyanto, S.T., Wakil Direktur DGL Learning Institute, M. Danang MRQ, serta narasumber Linda Eka Farhana, S.P.

Melalui kolaborasi ini, Dinas Pertanian Kabupaten Seluma dan DGL Learning Institute berharap peningkatan kapasitas petugas dapat berlanjut pada perbaikan kualitas pendataan perkebunan kelapa sawit rakyat. Dengan demikian, STDB dapat semakin mendukung tertib administrasi, perencanaan pembangunan, dan penguatan tata kelola perkebunan yang berkelanjutan.

Ke depan, penerapan kompetensi yang diperoleh selama pelatihan menjadi bagian penting untuk memastikan proses pendataan tidak hanya memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi juga menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi pemerintah daerah dalam merancang dukungan bagi pekebun sawit rakyat.

Artikel Terkait