Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) KLHK bekerjasama dengan International Tropical Timber Organization (ITTO) menyelenggarakan Focus Group Discusion (FGD) Penguatan Dukungan Stakeholder terhadap Pengembangan Praktik Penyiapan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) Masyarakat di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, 24/03/2022.
Irfan Malik, Koordinator ITTO, mengungkapkan FGD ini dimaksudkan untuk mendorong peran serta masyarakat dalam mencegah karhutla. Hal ini dilakukan dengan pengembangan PLTB melalui penguatan sinergi dan kolaborasi para pihak seperti pemerintah daerah, pemerintah desa dan sektor swasta. Pelibatan para pihak tersebut dimaksudkan untuk mendorong partisipasi dan kontribusi lebih lanjut sesuai dengan kewenangan dan porsinya masing-masing.
Tri Setiawan, mewakili Direktur PKHL, menyampaikan bahwa belajar dari kejadian karhutla tahun 2015, pemerintah telah melakukan perubahan paradigma pengendalian karhutla. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar melakukan penguatan sinergi, pelibatan semua pihak, serta mengedepankan aspek pencegahan karhutla dibandingkan pemadaman.
"Pengembangan praktik PLTB oleh masyarakat sejalan dengan arahan Presiden tersebut. Dilakukan dalam rangka pencegahan karhutla, sekaligus mendorong sinergi dan kontribusi para pihak dalam mendukung keberhasilan pengembangan PLTB tersebut," jelas Tri.
“Sinergi dan kolaborasi para pihak bukan hanya terbatas pada lingkup instansi pemerintahan namun juga mencakup sektor swasta, masyarakat, NGO, bahkan dukungan internasional. Bahkan yang tidak kalah pentingnya, sinergi dan kolaborasi dengan para pihak di tingkat tapak, yaitu dengan pemerintahan desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, termasuk masyarakat," terang Tri.
“Upaya mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan karhutla, merupakan suatu proses yang tidak instan dan harus dilakukan secara konsisten dan kontinyu. Pun dalam pelaksanaan dan pendampingannya, dibutuhkan partisipasi dan dukungan semua pihak terkait," jelas Tri.
Projects Manager ITTO Tetra Yanuariadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan, baik secara langsung dan tidak langsung, juga sangat mengancam keberadaan dan keberlangsungan sumber daya hutan tropis. Dan melalui Kegiatan Kerjasama KLHK-ITTO PP-A/56-340-1 “Capacity Building on Forest and Land Fire Management in Indonesia” menunjukan komitmen ITTO turut serta dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di daerah tropis dan Indonesia.
Lebih lanjut, Tetra menerangkan bahwa Kegiatan Kerjasama ITTO ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan karhutla melalui penguatan kapasitas tehnik dan manajemen para pihak terkait pada tingkat nasional dan 3 provinsi sasaran, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.
FGD ini melibatkan Organisasi Perangkat Daerah Kab. Pulang Pisau, diantaranya BPBD; Dinas Lingkungan Hidup; Dinas Pertanian; Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan UKM; termasuk KPHP Unit XXXI Kahayan Hilir. Hadir dalam FGD personil Manggala Agni Daops Kalimantan II/Kapuas, mitra swasta, asosiasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Pemerintah Desa Pilang, serta Masyarakat Peduli Api Desa Pilang.
Pada sesi akhir FGD, dilakukan perumusan hasil FGD terkait dengan kesepemahaman dan komitmen bersama para pihak yang hadir dalam rangka mendorong upaya pencegahan karhutla di Kabupaten Pulang Pisau, meliputi: 1) mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla; 2) meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan para pihak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla; 3) mendorong partisipasi masyarakat yang lebih besar dan nyata dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla; 4) mendorong pemberdayaan dan/atau peningkatan ekonomi masyarakat; 5) melakukan pendampingan terhadap masyarakat secara berkala, baik dalam aspek partisipasi masyarakat maupun pemberdayaan dan/atau ekonomi masyarakat.
Sebagai penutup, Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakara Hutan dan Lahan Wilayah Kalimantan Johny Santoso mengingatkan kembali bahwa kesepemahaman dan komitmen pencegahan karhutla akan lebih bermanfaat apabila kemudian dapat secara nyata diejawantahkan dan diimplementasikan di lapangan sehingga mampu mendorong peran aktif masyarakat sekaligus meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat.
Sumber: sipongi.menlhk.go.id






