• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Sinergi BUMN Akselerasi Bioenergi Nasional: Agrinas Palma Nusantara dan Pertamina Garap Proyek Strategis Senilai Jutaan Ton FAME

Jakarta, SAWIT INDONESIA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia memperkuat kolaborasi strategis di sektor energi hijau. Kedua belah pihak menggelar pertemuan intensif dengan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta.

Pertemuan penting ini secara khusus membahas perluasan kerja sama pengembangan bioenergi yang terintegrasi penuh dari hulu hingga hilir—meliputi kepastian penyediaan bahan baku, fasilitas pengolahan, infrastruktur energi, rantai logistik dan distribusi, hingga jaminan penyerapan produk akhir.

Jajaran petinggi kedua belah pihak tampak hadir langsung dalam agenda tersebut. PT Pertamina (Persero) diwakili oleh Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Emma Sri Martini bersama Direktur Utama PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) John Anis beserta jajaran manajemen. Sementara itu, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) diwakili oleh Direktur Utama Mohammad Abdul Ghani dan Direktur Bisnis Nurhidayat.

Dalam arahannya, Wamen Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menekankan agar sinergi antar-BUMN ini dapat segera dieksekusi menjadi proyek yang konkret. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendongkrak efisiensi rantai pasok, memberikan nilai tambah ekonomi, serta memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Reaktivasi Pabrik Bayas Biofuels dan Ekspansi Bioetanol Kaltim

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, menyatakan kesiapan perusahaannya untuk memegang kendali penuh di sektor hulu dengan menjamin ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.

"Agrinas Palma siap mengambil peran pada sisi hulu dengan memastikan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan dapat membentuk ekosistem bioenergi yang terintegrasi, mulai dari kebun, fasilitas pengolahan, infrastruktur pendukung, hingga penyerapan produk," ujar Abdul Ghani.

Salah satu proyek mercusuar (landmark project) yang menjadi fokus utama dalam pembahasan ini adalah reaktivasi Pabrik Bayas Biofuels di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Fasilitas pengolahan ini memiliki kapasitas produksi yang masif, yakni sekitar 600.000 ton Fatty Acid Methyl Ester (FAME) per tahun.

Proyek strategis tersebut diproyeksikan menjadi tonggak awal pasokan FAME mandiri yang sepenuhnya disediakan oleh BUMN. Langkah ini diyakini mampu memperkokoh posisi BUMN dalam rantai pasok biodiesel nasional sekaligus mengamankan pasokan bahan bakar nabati berkelanjutan.

Selain biodiesel, cakupan kerja sama ini turut membidik pengembangan ekosistem bioetanol terintegrasi di Kalimantan Timur. Program jangka panjang ini akan menghubungkan sentra perkebunan singkong dengan fasilitas pengolahan modern, sistem logistik, penyediaan energi, hingga kepastian penyerapan produk turunannya.

Perluasan Ruang Lingkup dan Komitmen Jangka Panjang

Secara keseluruhan, nota kesepahaman antara Pertamina dan Agrinas Palma Nusantara akan diperluas ke dalam berbagai pilar strategis, mencakup bidang bioenergi, investasi hilirisasi, pemanfaatan produk sampingan (co-products), penyediaan bahan baku, sektor pembangkit listrik, riset dan teknologi, hingga komitmen keberlanjutan lingkungan.

Sebagai tindak lanjut pertemuan di Jakarta, Pertamina dan Agrinas Palma Nusantara akan segera memfinalisasi pembaruan nota kesepahaman serta mempercepat studi kelayakan teknis dan bisnis (feasibility study) agar proyek-proyek prioritas dapat segera direalisasikan demi mengakselerasi hilirisasi sektor perkebunan di Indonesia.

Sumber: agrinaspalma.co.id

Artikel Terkait