• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

SIEXPO 2026 Ditutup Menteri PPN/Kepala BAPPENAS, Pengunjung Tembus Hampir 10.000 Orang

Pekanbaru, SAWIT INDONESIA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menutup Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 di SKA Coex, Pekanbaru, Riau, Sabtu (8 Agustus 2026). Di hadapan pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat sawit, Rachmat menegaskan pentingnya membangun industri kelapa sawit secara utuh, dari sektor hulu hingga hilir.

Dalam acara penutupan ini, turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi yang mewakili Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto, Ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau Datuk Sri Haji Raja Marjohan Yusuf, Ketua Dewan Pengarah SIEXPO Gulat ME Manurung, dan Ketua SIEXPO Qayuum Amri.

Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan lainnya juga hadir, di antaranya Direktur Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian Iim Mucharam, Kepala Divisi UMKM BPDP Helmi Muhansyah, Ketua DMSI Sahat Sinaga, Bupati Siak Afni Zulkifli, Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni, serta Bupati Rokan Hilir Bistamam.

SIEXPO 2026 merupakan penyelenggaraan tahun keempat yang berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti 185 peserta pameran dari dalam dan luar negeri, termasuk Singapura, China, Turki, dan Malaysia.

Dalam sambutannya, Rachmat mengatakan dirinya sebenarnya telah lama ingin datang ke Riau. Dia menilai Riau merupakan daerah yang memiliki sejarah penting, bukan hanya bagi Sumatera dan Indonesia, tetapi juga dunia.

“Saya sebenarnya sudah lama ingin datang ke sini. Riau adalah daerah bersejarah. Bukan hanya sejarah untuk Sumatera, Indonesia, tapi sejarah dunia,” kata Rachmat.

Dia mengatakan mendapat penjelasan dari pemerintah daerah mengenai sosok Raja Ali Haji yang disebutnya sebagai salah satu sastrawan besar dari tradisi Melayu.

“Saya mendapat penjelasan dari Gubernur Riau bahwa nama sastrawan kita, Raja Ali Haji itu termasuk sastrawan kelas dunia selevel William Shakespeare. Maka suatu kehormatan saya hadir di sini,” ujarnya.

Rachmat juga menyinggung posisi bahasa Melayu dalam sejarah Indonesia. Menurutnya, bahasa Indonesia merupakan warisan dari bahasa Melayu dan memiliki peran penting dalam membentuk persatuan bangsa.

“Bukankah Bahasa Indonesia warisan Bahasa Melayu. Banyak bangsa di dunia tidak menjadi utuh karena perbedaan bahasanya,” katanya.

Hilirisasi Harus Berjalan Bersama Hulu

Memasuki pembahasan mengenai industri sawit, Rachmat menekankan bahwa hilirisasi tidak dapat berjalan apabila ekosistem di sektor hulu tidak dibangun secara bersamaan.

Menurutnya, pengembangan industri sawit tidak cukup hanya mendorong pengolahan produk di sektor hilir. Pemerintah juga harus memastikan sektor hulu, termasuk petani dan pelaku usaha di tingkat bawah, mendapatkan perhatian dalam pembangunan ekosistem tersebut.

“Hilirisasi tidak bisa jalan kalau ekosistemnya tidak dikembangkan. Hilirisasi tidak jalan kalau huluisasi tidak jalan. Maka harus diurus bersamaan,” tegas Rachmat.

Dia mengatakan kedatangannya ke Riau bersama rombongan besar juga tidak semata-mata untuk mengurus sektor pertanian atau perkebunan sawit. Pemerintah memiliki sejumlah agenda pembangunan lain, termasuk program swasembada pangan yang masuk dalam perencanaan Bappenas.

“Kalau saya bawa rombongan besar bukan hanya ngurus pertanian saja. Ada program swasembada pangan dan itu ada di Bappenas perencanaannya,” ujarnya.

Menurut Rachmat, pemerintah perlu memastikan setiap perencanaan pembangunan benar-benar diterjemahkan menjadi program yang dapat dijalankan dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

“Perencanaan yang baik saja tidak cukup, tapi harus dilaksanakan dengan baik. Tapi itu juga tidak cukup, tapi harus dirasakan dengan baik,” katanya.

Dia menjelaskan, alasan dirinya menyempatkan hadir secara langsung dalam kegiatan di Riau adalah agar dapat melihat dan merasakan kondisi masyarakat secara lebih dekat.

“Itulah sebabnya saya menyempatkan hadir agar saya bisa merasakan. Bisa merasakan perasaan ibu bapak sekalian, denyut nadinya,” ujar Rachmat.

Rachmat mengatakan pendekatan pembangunan yang berpusat pada masyarakat atau people centered development menjadi salah satu catatan penting yang dimiliki pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan.

Menurutnya, pembangunan harus memastikan masyarakat menjadi bagian utama dari proses tersebut. Dia juga mengingatkan prinsip no one left behind atau tidak boleh ada satu pun kelompok masyarakat yang ditinggalkan.

“Ada catatan di kami, people centered development. Ada satu no one left behind, tidak boleh ada yang ditinggalkan, dan ini arahan Presiden Prabowo,” katanya.

Rachmat menilai pemimpin harus mampu memahami kondisi masyarakat, terutama kelompok yang berada dalam kondisi paling sulit.

“Rasakan perasaan rakyat yang paling menderita kalau mau menjadi pemimpin yang baik,” tegasnya.

SIEXPO Jadi Ruang Konsolidasi Sawit

Rachmat juga memberikan apresiasi kepada panitia yang telah menyelenggarakan SIEXPO untuk keempat kalinya. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki posisi strategis karena memberikan ruang bagi berbagai pemangku kepentingan industri sawit untuk bertemu dan menyelaraskan agenda.

Dia mengatakan kegiatan konferensi dan pameran berskala besar selama ini lebih banyak diselenggarakan di kota-kota utama seperti Jakarta dan Medan. Karena itu, Rachmat berharap Pekanbaru dapat terus berkembang menjadi salah satu lokasi utama penyelenggaraan expo industri sawit.

“Kepada Pak Qayuum dan kawan-kawan yang sudah menyelenggarakan Sawit Expo Conference keempat. Biasanya conference yang besar-besar biasanya ada di Jakarta, Medan, biasanya di kota-kota utama kita,” katanya.

“Tapi saya ingin Kota Pekanbaru menjadi expo utama kita, expo-nya rakyat, petani, orang-orang yang tumbuh dari bawah dan ingin sejahtera,” lanjutnya.

Menurut Rachmat, SIEXPO dapat menjadi ruang konsolidasi bagi industri sawit nasional untuk menyatukan visi, menyelaraskan langkah, serta menjawab berbagai tantangan yang dihadapi sektor tersebut.

“Makanya Sawit Indonesia Expo merupakan ruang konsolidasi menyatukan visi, menyelaraskan langkah, dan menjawab tantangan tata kelola dan mempercepat hilirisasi,” ujarnya.

SIEXPO Catat Hampir 10.000 Pengunjung

Sementara itu, Ketua SIEXPO 2026 Qayuum Amri mengatakan penyelenggaraan tahun ini mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat dan pelaku industri.

Hingga hari terakhir, jumlah pengunjung yang tercatat mencapai 9.488 orang. Panitia optimistis jumlah tersebut dapat menembus target lebih dari 10.000 pengunjung.

“Kegiatan ini sudah dihadiri 9.488 pengunjung. Insyaallah mencapai target lebih 10 ribu pengunjung sesuai arahan Bapak Pengarah SIEXPO Gulat Manurung,” kata Qayuum.

Menurutnya, SIEXPO tidak hanya menghadirkan pameran teknologi dan produk industri kelapa sawit. Rangkaian kegiatan juga mencakup seminar, konferensi, serta field trip ke pabrik benih Topaz.

Kegiatan tersebut diikuti 185 peserta pameran dari dalam dan luar negeri. Sejumlah negara yang turut berpartisipasi antara lain Singapura, China, Turki, dan Malaysia.

Qayuum mengatakan keterlibatan peserta dari berbagai negara menunjukkan SIEXPO mulai menjadi magnet bagi industri kelapa sawit nasional dan internasional.

“Kami harapkan kegiatan mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah Riau agar berkontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Dia berharap SIEXPO dapat terus berjalan setiap tahun dan mendapatkan dukungan dari masyarakat di berbagai wilayah sentra sawit Indonesia, mulai dari Riau, Sumatera, Kalimantan, Papua, Aceh hingga Bangka Belitung.

Qayuum juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri PPN/Bappenas atas dukungan terhadap penyelenggaraan SIEXPO. Dia berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan menjadikan Riau sebagai barometer industri sawit, baik di dalam maupun luar negeri.

Gulat: Riau Miniatur Sawit Indonesia

Ketua Dewan Pengarah SIEXPO Gulat ME Manurung mengatakan kehadiran Menteri PPN/Bappenas bersama rombongan lengkap dalam penutupan SIEXPO menjadi sinyal penting bagi industri sawit di Riau.

“Kedatangan menteri dan rombongannya dengan lengkap. Ini tidak biasa tapi ini lengkap, makanya kami berusaha menjamu Pak Menteri,” kata Gulat.

Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi bukti bahwa Riau memiliki posisi strategis dalam industri sawit nasional.

“Ini bukti nyata bahwa Riau adalah miniatur sawit Indonesia,” ujarnya.

Gulat juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat dalam mengunjungi SIEXPO. Berdasarkan data panitia, jumlah pengunjung yang terdaftar mencapai sekitar 9.000 orang. Namun, dia memperkirakan jumlah riil pengunjung dapat mencapai sekitar 17.000 orang karena terdapat masyarakat yang masuk melalui akses lain dan tidak tercatat dalam registrasi.

“Ini prestasi luar biasa,” katanya.

Pemprov Riau Soroti Beasiswa Sawit

Sementara itu, Sekda Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan penyelenggaraan SIEXPO menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dan telah menjadi salah satu media edukasi bagi masyarakat mengenai industri kelapa sawit.

Syahrial juga menyampaikan pesan Plt. Gubernur Riau SF Hariyanti yang berhalangan hadir. Salah satu perhatian pemerintah daerah adalah peningkatan manfaat dana sawit bagi masyarakat Riau, termasuk melalui program beasiswa.

Menurut Syahrial, sekitar 20% sawit Indonesia berada di Riau sehingga provinsi tersebut memiliki kontribusi besar terhadap industri sawit nasional.

“Karena rasio 20 persen sawit Indonesia ada di Riau, maka dana yang dikucurkan BPDP itu Riau dapat 20 persen, termasuk dana beasiswa sawit,” katanya.

Dia menyebut jumlah penerima beasiswa sawit di Riau meningkat dari sekitar 800 orang pada 2024 menjadi 1.431 orang pada 2025. Untuk tahun ini, target penerima beasiswa ditingkatkan menjadi 2.500 orang.

Syahrial berharap SIEXPO dapat terus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Riau sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan industri kelapa sawit.

"SIEXPO konsiten dan pertumbuhannya luar biasa, mungkin kemarin 9600-an pengunjung tapi saya memperkirakan di hari terakhir ini saya prediksi bisa mencapai 10.000-an pengunjung dan ini acara ini tentu menjadi media edukasi bagi masyarakat Riau," tandasnya..

Artikel Terkait