• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Setelah WCOPS Terbentuk, Dr. Gulat Manurung Presiden Petani Sawit Dunia Langsung Tancap Gas

Nusantara, SAWIT INDONESIA — Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO menerima mandat sebagai President World Coalition of Oil Palm Smallholders (WCOPS) dalam acara International Oil Palm Smallholders (IOPS) Forum 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (27/8/2026).

Dr. Gulat menerima mandat dari 12 asosiasi petani sawit dunia yang berasal dari tujuh negara yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Nigeria, Ghana, Honduras, dan Pantai Gading. Pemilihan itu menjadi salah satu agenda penting dalam pembentukan WCOPS, koalisi yang ditujukan untuk memperkuat suara petani sawit di tingkat global.

"WCOPS ini dipimpin secara bergiliran oleh negara penghasil minyak sawit setiap lima tahunnya, untuk saat ini terdiri dari 7 negara, menyusul Papua Nugini," lanjut Dr. Gulat.

“Posisi tersebut bukan hanya mandat organisasi, melainkan tanggung jawab untuk menyatukan petani sawit dunia. Menurut dia, petani perlu membangun hubungan yang saling mendukung dengan korporasi agar industri sawit memberikan manfaat bagi seluruh pihak, terkhusus saat menghadapi kampanye negatif tentang sawit, harus dihadapi bersama semua stakeholders sawit” ujar Gulat.

“Penugasan saya sebagai President WCOPS ini menjadi monumen untuk mempersatukan petani sawit dunia dengan mengusung konsep kesetaraan dan saling mendukung dengan korporasi sawit, bukan sebaliknya,” kata Dr. Gulat.

Ketika ditanya mengenai perbedaan antara CPOPC (Council of Palm Oil Producing Countries atau Persatuan negara-negara penghasil minyak sawit) dengan WCOPS, Dr. Gulat menjelaskan bahwa CPOPC itu semacam PBB dimana gabungan dari korporasi sawit dengan petani sawit dalam satu negara yang dihimpun dalam organisasi CPOPC. Kalau WCOPS hanya focus ke petani sawit dari negara anggota WPOCS.

Ia berharap WCOPS ini dapat membuat industri sawit lebih inklusif dan bermanfaat untuk semua. Manfaat industri, kata Dr. Gulat, semestinya dirasakan petani dan keluarganya, perusahaan, maupun negara tempat perkebunan sawit berkembang.

“Terpilihnya Dr Gulat sebegai Presiden WCOPS adalah sangat bersinergi dengan program strategis sawit Indonesia khususnya dalam meningkatkan kebermanfaatkan sawit bagi negera produsen sawit, seperti Indonesia,” ujar Prof. Dr. Ir. Delima Azhari, M.S, yang hadir langsung pada IOPS Forum tersebut.

“Dr Gulat sangat tepat memimpin organisasi petani sawit dunia tersebut, saya berikan apresiasi Dr Gulat atas kepemimpinannya di DPP APKASINDO dan tentu harapan yang sama sebagai President WCOPS ke depannya,” jelasnya.

Perwakilan tujuh negara yang hadir dalam forum turut menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Dr. Gulat. Salah satunya Paul Kwabena Amaning, National President of the Oil Palm Development Association of Ghana (OPDAG).

Amaning menitipkan persoalan harga kepada Dr. Gulat. Ia berharap kepemimpinan Indonesia dalam WCOPS dapat membantu memperjuangkan kesetaraan harga bagi petani sawit di berbagai negara.

Sementara Tuan Haji Adzmi, Ketua Petani Sawit Malaysia mengatakan sangat mendukung Indonesia sebagai Presiden WCOPS, karena memang luas perkebunan sawit di Indonesia terluas dan petani sawit hampir 50% mengelola luas perkebunan sawit di Indonesia. Jadi nanti akan bergilir setiap negara memimpin organisasi WCOPS ini.

“Kami sangat berharap kepada Indonesia sebagai negara sawit terbesar untuk dapat saling menolong petani sawit di seluruh dunia,” kata Amaning.

Sementara Perwakilan Petani sawit Nigeria, Amb. Alphonsus Inyang meminta Presiden WCOPS terpilih segera menyusun kepengurusan karena sekarang ini berpacu dengan waktu, WCOPS harus berguna untuk sawit dunia.

Selain dari organisasi petani sawit, dukungan terhadap Dr. Gulat datang dari perwakilan CPOPC, Solidaridad, dan RSPO, akademisi, Dewan Pembina APKASINDO, serta peserta IOPS Forum 2026 dari 25 provinsi sentra sawit di Indonesia.

Dr. Gulat kemudian menyampaikan terimakasih kepada tujuh negara dan 12 asosiasi petani sawit dunia dari 7 negara yang telah memberikan kepercayaan tersebut. Ia berjanji menjalankan mandat bersama organisasi petani sawit dunia.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada tujuh negara yang hadir dan 12 asosiasi petani sawit dunia yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Amanah ini akan saya emban untuk ke depan,” ujar Dr. Gulat.

Pembentukan WCOPS menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi petani dalam isu sawit global, termasuk keberlanjutan, ketelusuran, perdagangan yang adil, harga tandan buah segar, produktivitas, dan hubungan dengan korporasi.

Bagi Dr. Gulat, terpilihnya sebagai President WCOPS bukan sekadar capaian bagi Indonesia. Ia menyebutnya sebagai momentum bersama bagi petani sawit dunia. “Ini merupakan monumen penting untuk memperkuat sektor sawit di tingkat global,” kata Gulat mengakhiri sambutannya.

Artikel Terkait