Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Best Planter Indonesia (BPI) kembali menggelar program pelatihan budidaya kelapa sawit berkelanjutan untuk para petani di Banda Aceh dengan peserta dari Kabupaten Aceh Timur. Sebanyak 192 petani sawit terpilih menjadi peserta dalam program strategis yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas SDM perkebunan di wilayah tersebut.
Pelatihan ini berlangsung selama enam hari dengan kombinasi metode pembelajaran komprehensif. Selama lima hari pertama, para peserta fokus mengikuti sesi materi intensif di dalam kelas yang bertempat di Hotel Grand Nanggroe dan Hotel Mekkah, Banda Aceh. Dalam sesi teori ini, para ahli dan praktisi perkebunan memaparkan berbagai topik krusial, mulai dari teknik pembibitan unggul, Persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemupukan berimbang yang ramah lingkungan, hingga manajemen pengendalian hama terpadu.
Tidak hanya membekali peserta dengan teori di kelas, program ini juga mengalokasikan satu hari khusus untuk kegiatan praktik dan kunjungan lapangan. Lokasi yang dipilih adalah Koperasi Produsen Kelapa Sawit Berkat Bunga Damai yang berlokasi di Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan; Koperasi Berkat Bunga Damai merupakan salah satu kelembagaan petani yang telah berhasil meraih sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
Selama kunjungan lapangan, para petani dari Aceh Timur dapat melihat langsung penerapan standar kelapa sawit berkelanjutan secara nyata di tingkat petani. Mereka mempelajari bagaimana tata kelola kebun yang ramah lingkungan dijalankan, penanganan limbah secara tepat, hingga pentingnya pencatatan administratif kebun untuk memenuhi standar internasional. Diskusi interaktif antarpetani juga tercipta, memberikan inspirasi serta gambaran nyata mengenai manfaat ekonomi dan lingkungan dari penerapan prinsip tata kelola yang tersertifikasi.
Sinergi antara BPDP dan BPI melalui pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong perbaikan pengelolaan perkebunan rakyat. Pembekalan pengetahuan modern dan berprinsip keberlanjutan diharapkan mampu mengubah pola pikir serta kebiasaan bertani tradisional menjadi lebih terukur dan efisien.
Melalui pelatihan intensif ini, seluruh peserta diharapkan dapat langsung mempraktikkan ilmu, teknik, dan pengalaman yang telah dipelajari sekembalinya mereka ke kebun masing-masing. Penerapan budidaya berkelanjutan ini secara bertahap diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen kelapa sawit di Aceh Timur. Pada akhirnya, peningkatan hasil kebun yang optimal akan bermuara pada peningkatan pendapatan dan terwujudnya kesejahteraan hidup bagi para petani kelapa sawit beserta keluarganya.














