Jakarta, SAWIT INDONESIA – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ), emiten sektor kelapa sawit ini secara resmi memaparkan kinerja operasional dan keuangan, serta capaian perusahaan sepanjang 2025, atau selama 7 bulan sejak proses akuisisi oleh First Resources. Selain itu, perusahaan juga melaporkan kinerja keuangan di kuartal pertama 2026.
Merujuk paparan public yang disampaikan dalam keterbukaan informasi, pendapatan perusahan tumbuh 14,9% menjadi Rp1,154 triliun pada kuartal pertama 2026 dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp1 triliun.
Pertumbuhan pendapatan ini ditopang tren positif harga CPO dan palm kernel. Sebab, terjadi penurunan produksi CPO 15,3% menjadi 51.437 ton dan 8,8% menjadi 10.463 ton.
Kenaikan pendapatan ini juga mendorong capaian laba bersih yang mencapai Rp 231,9 miliar atau meningkat 189,5% dibandingkan Kuartal I 2025.
Direktur Utama ANJ, Suhendro, menjelaskan bahwa pasca akuisisi dilakukan sejumlah evaluasi dan penerapan strategi yang tepat untuk tetap meningkatkan produktivitas sawit perusahaan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
“Langkah kami untuk menerapkan efektifitas pengelolaan kebun kelapa sawit dan divestasi bisnis yang tidak menguntungkan adalah pilihan yang tepat. Selanjutnya perusahaan memperkuat bisnis utama di industri kelapa sawit, sehingga di akhir tahun 2026 produksi dan kinerja keuangan ANJ tetap gemilang,” ungkap Suhendro dalam keterangan kepada media di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Kinerja lingkungan turun
Walaupun pendapatan tumbuh, emiten berkode ANJT ini menghadapi tantangan di aspek lingkungan. Laporan SPOTT (Sustainability Policy Transparency Toolkit) sebagai penilaian transparansi dan komitmen keberlanjutan Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) mengalami penurunan. Pada 2024, capaian SPOTT perusahaan sebesar 92,8%. Namun setelah diakuisisi First Resources turun menjadi 91,7%.
Begitupula dengan Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) dari Kementerian Lingkungan Hidup, anak usaha PT Austindo Nusantara Jaya yaitu PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM) dan PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA) tidak mampu mempertahankan PROPER Emas pada 2025.
Sebelumnya, kedua anak usaha meraih PROPER Emas pada 2023 dan 2024. Namun turun menjadi PROPER kategori biru.














