• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Sertifikasi ISPO Jadi Kunci Sawit Berkelanjutan, BPDP, Ditjenbun, dan Iskol Perkuat Kompetensi Pekebun Sumsel

Palembang, SAWIT INDONESIA – Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) menjadi salah satu kunci untuk memperkuat daya saing sekaligus memastikan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional. Bagi pekebun rakyat, penerapan standar ISPO tidak hanya mendorong praktik budidaya yang lebih baik, tetapi juga membuka peluang peningkatan produktivitas dan kesejahteraan.

Untuk mendukung upaya tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma menggandeng PT Iskol Agridaya Internasional (ISKOL) menyelenggarakan Pelatihan Implementasi ISPO Angkatan I dan II di salah satu hotel di Palembang, pada 13–18 Juli 2026.

Pelatihan diikuti 49 pekebun kelapa sawit, terdiri atas 24 pekebun dari Kabupaten Musi Banyuasin dan 25 pekebun dari Kabupaten Muara Enim. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) yang bertujuan meningkatkan kapasitas pekebun dalam menerapkan standar perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai prinsip, kriteria, dan indikator ISPO, mulai dari penerapan praktik budidaya yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, pengelolaan lingkungan, hingga aspek sosial. Pemahaman tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan pekebun dalam memenuhi standar sertifikasi sekaligus memperkuat tata kelola kebun yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Selain meningkatkan kapasitas teknis, pelatihan ini juga bertujuan membangun kesadaran pekebun mengenai pentingnya sertifikasi ISPO sebagai instrumen untuk meningkatkan daya saing produk sawit Indonesia di pasar global. Penerapan standar keberlanjutan diyakini akan memberikan nilai tambah bagi usaha pekebun sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan mereka dalam jangka panjang.

Pembukaan pelatihan dihadiri perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Banyuasin Bustanul Arifin, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim yang diwakili Kepala Bidang Penyuluhan Muslim Budiman, serta perwakilan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan, Mula Putera, ST., M.Sc., yang mengikuti kegiatan secara daring.

Dalam sambutannya, Mula Putera menegaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempercepat implementasi ISPO di tingkat pekebun rakyat.

"Program pemerintah salah satunya adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia perkebunan. Melalui pelatihan ini kami berharap peserta memiliki kemampuan, kompetensi, dan keterampilan dalam menerapkan standar ISPO. Mulai tahun 2029, setiap pekebun akan diwajibkan memiliki sertifikasi ISPO. Karena itu, peserta diharapkan dapat mempersiapkan diri sejak sekarang sekaligus menularkan ilmu yang diperoleh kepada pekebun lainnya," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim, Muslim Budiman mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya agar semakin banyak pekebun yang mampu memenuhi persyaratan sertifikasi ISPO pada masa mendatang.

Menurutnya, sertifikasi ISPO bukan hanya menjadi bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kebun, memperkuat daya saing, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi pekebun.

Melalui pelatihan ini, BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan PT Iskol Agridaya Internasional berharap semakin banyak pekebun yang menerapkan prinsip-prinsip ISPO secara konsisten. Dengan demikian, industri kelapa sawit Indonesia akan semakin berkelanjutan, mampu memenuhi tuntutan pasar global, sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekebun rakyat.

Artikel Terkait