• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Selaraskan Bisnis dan HAM, Wilmar Diganjar Penghargaan

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Pada ajang Setara Institute Award, Wilmar menjadi salah satu perusahaan yang meraih penghargaan sebagai Early Adopting Company. Perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis ini memperoleh rating B terhadap praktik bisnis dan hak asasi manusia (HAM) di lingkungan korporasi.

Penghargaan itu, oleh Setara Institute di didasarkan pada penilaian Early Adopting Company sebagai perusahaan yang telah melakukan pendekatan HAM dalam praktik bisnis. Namun, mereka masih perlu meningkatkan dan mengintegrasikan upaya-upayanya agar lebih menyeluruh.

Penghargaan tersebut diserahkan kepada Wilmar pada acara Malam Apresiasi Anugerah Bisnis dan HAM bertema “Perbaikan Berkelanjutan Korporasi dalam Praktik Bisnis yang Bertanggung Jawab sebagai Kunci Pembangunan Nasional” yang diselenggarakan oleh Setara Institute, pada Selasa malam (26 November 2025), di Jakarta.

Untuk diketahui, Sebagai informasi, Setara Institute merupakan lembaga independen di Indonesia yang berfokus pada penelitian, advokasi, dan pendidikan publik di bidang hak asasi manusia, demokrasi, dan kebhinekaan. Didirikan pada 2005, lembaga ini dikenal aktif memantau isu kebebasan beragama dan berkeyakinan, toleransi sosial, serta praktik korporasi yang menjunjung nilai-nilai HAM.

Setara Institute juga secara rutin merilis laporan tahunan mengenai indeks toleransi kota dan penilaian terhadap komitmen lembaga publik maupun swasta terhadap HAM.

Human Capital Head Wilmar Erlina Panitri menyampaikan pihaknya bersyukur karena apa yang dilaksanakan mendapatkan pengakuan positif dari pihak independen.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan praktik bisnis yang berkelanjutan dan berperspektif HAM,” ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi sawitindonesia.com.

Lebih lanjut, Erlina menjelaskan, upaya menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia, terutama bagi karyawan, telah menjadi fokus utama perusahaan.

“Prinsip tersebut juga menjadi bagian penting dari komitmen keberlanjutan Wilmar. “Keseimbangan antara bisnis dan HAM adalah salah satu prasyarat utama bagi keberlanjutan perusahaan,” pungkasnya.

Artikel Terkait