JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Tim pemenangan nasional masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden sepakat akan menjadikan kelapa sawit menjadi komoditas unggulan guna mendongkrak ekonomi nasional. Niatan tersebut juga akan ditopang oleh satu badan sawit untuk memberikan regulasi yang lebih kondusif agar sawit tetap bisa bertahan.
Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo - Gibran, Panji Irawan mengatakan paslon nomor urut dua itu berjanji akan menjamin kesejahteraan petani sawit. Salah satu strateginya akan mendorong pembentukan Badan Sawit Indonesia seperti yang sudah dilakukan di Malaysia. Nantinya, badan ini akan menjembatani lembaga atau kementerian yang berkaitan dengan sawit.
"Satu pintu di Malaysia, masa kita enggak bisa? Ini akan memiliki otoritas untuk menjembatani. Bisnis (sawit) yang sudah menjadi backbone ini akan semakin hebat dan berkembang," katanya dalam Urun Rembuk Bersama Stakeholder Sawit Nasional yang diadakan Kompas pada Rabu (17/1/2024).
Dewan Pakar Tim Pemenangan Nasional pasangan Ganjar Pranowo-Prof. Mahfud MD, Danang Girindrawardana sepakat kelapa sawit sebagai komoditas strategis memiliki kementerian khusus yang menanganinya.
“Yang akan saya tawarkan, terkait hal yang rumit seperti industri sawit, sebaiknya dibentuk kementerian? Jadi, satu kementerian yang mengawasi sawit dari hulu hingga hilir,”kata Danang Girindrawardana yang menjadi pembicara dalam diskusi tersebut.
Dia mencontohkan, saat ini banyak kementerian yang turut mengatur sektor perkebunan kelapa sawit sehingga pelaku usaha kerap kali dibuat kebingungan dengan berbagai aturan yang diterbitkan oleh tiap kementerian terkait.
"Saatnya Ganjar-Mahfud bicara soal solusi, solusinya 3S, Solusi-Strategi-Sawit. Rumuskan ke sana, bikin roadmap ke situ, undang temen-temen dari para pemangku kepentingan," kata Danang yang juga Ketua Relawan Krapu (Konco Rambut Putih).
Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo - Gibran, Panji Irawan mengatakan paslon nomor urut dua itu berjanji akan menjamin kesejahteraan petani sawit. Salah satu strateginya akan mendorong pembentukan Badan Sawit Indonesia seperti yang sudah dilakukan di Malaysia. Nantinya, badan ini akan menjembatani lembaga atau kementerian yang berkaitan dengan sawit.
"Satu pintu di Malaysia, masa kita enggak bisa? Ini akan memiliki otoritas untuk menjembatani. Bisnis (sawit) yang sudah menjadi backbone ini akan semakin hebat dan berkembang," kata Panji.
Sementara itu, Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) bakal menggenjot sektor sawit jika terpilih. Menurut anggota Dewan Pakar AMIN, Achmad Nur Hidayat, paslon nomor urut satu itu akan memprioritaskan hilirisasi sawit salah satunya dalam bentuk makanan anak bergizi dapat menyelesaikan persoalan stunting di Indonesia.
"Kami dari pasangan Amin punya concern serius menjadikan sawit sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Kalau kita lihat sejak 1998, pertumbuhan sawit mengalami lonjakan yang dahsyat. Kami ingin mengatakan kepada bangsa Indonesia dan dunia bahwa sawit adalah corporate advantages yang paling mudah, yang paling sudah eksis di Indonesia dan ini harus menjadi strategis pertahanan kita.”
Patut diketahui, kontribusi kelapa sawit dalam kemajuan pembangunan di Indonesia sudah terbukti. Selain turut membangun infrastruktur yang memacu perkembangan perekonomian daerah, ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Indonesia tahun 2022 menyentuh 39,07 miliar dollar AS (Rp 600 triliun), terbesar sepanjang sejarah.














