Pontianak, SAWIT INDONESIA – Industri kelapa sawit Kalimantan Barat terus menunjukkan peran strategisnya sebagai penggerak perekonomian daerah, penyerap tenaga kerja, dan penopang kesejahteraan masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono dalam pertemuan tahunan pengusaha sawit se-Kalimantan Barat di Pontianak, 25 Juni 2026.
Eddy menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha anggota GAPKI di Kalimantan Barat yang telah berkontribusi nyata terhadap pembangunan wilayah, termasuk penyerapan tenaga kerja lokal dan dukungan terhadap infrastruktur daerah.
“Industri kelapa sawit tetap menjadi salah satu sektor strategis nasional. Kami mengajak seluruh anggota GAPKI Cabang Kalbar untuk terus menjaga kinerja positif dan mendorong kontribusi yang semakin nyata serta berkelanjutan bagi pembangunan daerah dan nasional,” kata Eddy.
Kebijakan B50 Jadi Peluang Emas bagi Industri Sawit
Penerapan kebijakan mandatori biodiesel B50 yang dijadwalkan berlaku 1 Juli 2026 disambut positif oleh GAPKI sebagai momentum bersejarah bagi industri sawit nasional.
Kebijakan ini diprediksi akan meningkatkan serapan minyak sawit di dalam negeri secara signifikan, membuka pasar domestik yang lebih besar, sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
GAPKI memastikan kesiapan industri dari sisi produksi dan pasokan untuk mendukung implementasi B50 berjalan lancar. Asosiasi juga aktif berdialog dengan pemerintah dan APINDO guna memastikan rantai pasok dan tata kelola ekspor tetap berjalan optimal seiring dengan peningkatan kebutuhan domestik.
Komitmen Kuat terhadap Keberlanjutan dan Perlindungan Lingkungan
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, GAPKI Cabang Kalimantan Barat memperkuat langkah-langkah pencegahan kebakaran lahan menghadapi musim kemarau 2026.
Seluruh perusahaan anggota diajak meningkatkan kesiapan sarana dan prasarana, serta mempererat koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar sebagai wujud tanggung jawab sosial dan lingkungan.
GAPKI juga menegaskan pentingnya kepastian hukum atas lahan yang telah memiliki perizinan sah, sebagai fondasi bagi industri sawit untuk terus berproduksi secara optimal, menjaga lapangan kerja, dan mendukung ketahanan pangan serta energi nasional.
Organisasi yang Solid untuk Sawit yang Lebih Kuat
Dalam forum ini, GAPKI Cabang Kalimantan Barat menyusun program kerja strategis 2026/2027 yang berfokus pada penguatan koordinasi internal, sinergi dengan pemerintah daerah, serta peningkatan kapasitas SDM dan efisiensi operasional anggota. Program ini selaras dengan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GAPKI yang diselenggarakan pada Mei 2026.
Dengan semangat kebersamaan dan optimisme tinggi, GAPKI Cabang Kalimantan Barat siap melangkah maju, membawa industri sawit daerah ke level yang lebih tinggi demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa.
Sumber: gapki.id






