Pekanbaru, SAWIT INDONESIA – Tidak hanya pameran dan konferensi di rangkaian gelaran Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2025, melainkan ada penyerahan beberapa penghargaan apresiasi kepada lembaga, tokoh dan perusahaan.
SIEXPO 2025 menjadi panggung bergengsi bagi berbagai pemangku kepentingan di sektor kelapa sawit, mulai dari akademisi, industri, petani, hingga pemerintah.
Berbeda dengan tahun lalu, pada gelaran SIEXPO 2025, pihak panitia menyerahkan penghargaan (award). Penghargaan itu diserahkan kepada 13 yang terdiri dari tokoh, lembaga dan perusahaan dengan berbagai kategori. Salah satu lembaga yang menerima yaitu Universitas Riau (UNRI) dalam kategori Kampus Riset Sawit Indonesia.
Penghargaan yang diraih UNRI diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr. Ir. Sofyan Husein Siregar, M.Phil., mewakili Rektor UNRI Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si., pada Kamis (7 Agustus 2025) di Pekanbaru Convention and Exhibition (SKA CO-EX), Riau (7 Agustus 2025).
Dr. Gulat Manurung selaku Ketua Dewan Pengarah SIEXPO 2025 menilai UNRI memiliki komitmen kuat dalam mendukung kegiatan riset kelapa sawit di Indonesia, serta berkontribusi aktif dalam memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) dan pendidikan di sektor industri sawit.
"Maka atas dedikasi dan kontribusinya, kampus UNRI layak mendapatkan SIEXPO Award 2025 kategori Kampus Riset Sawit Indonesia," ujarnya saat ditemui di Pekanbaru, pada Kamis (7 Agustus 2025).
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana SIEXPO 2025, Qayuum Amri, menambahkan bahwa dari data yang kami miliki ada beberapa riset sawit yang telah dan sedang dilakukan oleh tim dari UNRI.
"Maka, sudah sepatutnya kampus UNRI mendapatkan apresiasi, karena kontribusinya dalam mendukung industri sawit, dari sisi riset sawit untuk keberlanjutan industri sawit," katanya.
Dengan berbagai pertimbangan dan penilaian yang dilakukan oleh tim independen yang dipimpin oleh Dr. Gulat Manurung selaku Ketua Dewan Pengarah SIEXPO 2025. Terpilih ada 13 penerima SIEXPO Award 2025, terdiri dari lembaga, tokoh, dan perusahaan, di antaranya UNRI.
Sebagai tambahan informasi, dikutip dari laman resmi UNRI, https://unri.ac.id/, partisipasi UNRI semakin menonjol melalui kontribusi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNRI yang menampilkan produk inovatif berbasis teknologi. LPPM yang dipimpin oleh Prof Dr. Mubarak, M.Si. memamerkan alat pengendalian gulma berbasis tenaga surya untuk lahan sawit.
Alat ini dilengkapi dengan panel surya, box kontrol elektrik, tangki berkapasitas 75 liter, baterai 7,5 mAh, dan selang fleksibel sepanjang 50–100 meter. Dengan penyimpanan daya hingga 8 jam, alat ini mampu beroperasi optimal dalam kondisi cuaca cerah, serta cocok digunakan oleh perusahaan maupun petani skala kecil.
Dan juga ada pesawat drone hasil rakitan dari Tim Serindit Aero UNRI yang memiliki keunggulan wing span 2150 mm dan menggunakan baterai litihium-ion sehingga mampu terbang selama 60 menit dengan jangkauan telemetri atau pengumpulan data sejauh 20 km. Pesawat drone ini memiliki kegunaan mapping, monitoring, dan droping.
Pada gelaran SIEXPO 2025, UNRI juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Riau. Kerja sama ini mencakup pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, program magang mahasiswa, serta pemberian beasiswa.














