• Rabu, 4 November 2026
Berita Terbaru

Pelemahan Tiga Sesi Berturut-turut, Harga CPO Terkoreksi 1,14 Persen di Bursa Malaysia

KUALA LUMPUR, SAWIT INDONESIA - Harga minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) mengalami tekanan cukup dalam dengan melemah lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu (4/11/2026). Koreksi ini membawa harga CPO menyentuh level terendah sejak pertengahan Juni 2026.

Penurunan ini dipicu oleh ekspektasi lonjakan stok minyak sawit Malaysia yang diperkirakan menembus rekor tertinggi, ditambah sentimen negatif dari melemahnya harga minyak sawit olein di Bursa Dalian serta terkoreksinya harga minyak nabati pesaing secara global.

Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Januari 2027 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange terkikis 1,14 persen menjadi 4.499 ringgit per ton hingga jeda perdagangan tengah hari. Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan harga selama tiga sesi berturut-turut.

Seorang trader berbasis di Kuala Lumpur menyebutkan bahwa pasar komoditas masih bergerak dalam tren bearish setelah rilis hasil jajak pendapat pasar mengindikasikan lonjakan signifikan pada pasokan CPO Malaysia.

Poin-poin utama rincian proyeksi stok Malaysia, dinamika harga minyak nabati global, pergerakan minyak bumi, dan penguatan mata uang ringgit meliputi:

Proyeksi Lonjakan Stok Minyak Sawit Malaysia:

  • Hasil survei Reuters menunjukkan persediaan akhir minyak sawit Malaysia pada Oktober 2026 diperkirakan melonjak 6,8 persen dari posisi September (yang mencapai 3,51 juta ton) menjadi 3,75 juta ton—rekor tertinggi baru sepanjang sejarah.

Tekanan dari Pasar Minyak Nabati Pesaing (Dalian & CBOT):

  • Di pasar komoditas China (Bursa Dalian), kontrak minyak kedelai paling aktif terkoreksi 1,6 persen, sementara kontrak minyak sawit merosot 3,21 persen.

  • Di pasar Amerika Serikat, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turut melemah sebesar 1,46 persen. Pelemahan minyak pesaing membuat harga minyak sawit ikut tertekan dalam persaingan pangsa pasar minyak nabati global.

Pengaruh Harga Minyak Mentah dan Pasar Energi:

  • Harga minyak mentah dunia melemah di awal perdagangan seiring kecermatan investor terhadap hasil pemilihan paruh waktu (midterm elections) AS dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

  • Melandainya harga minyak mentah mengurangi daya tarik CPO sebagai bahan baku campuran biodiesel.

Dampak Penguatan Nilai Tukar Ringgit:

  • Mata uang Ringgit Malaysia menguat 0,12 persen terhadap Dolar AS. Penguatan nilai tukar ini secara tidak langsung membuat harga CPO terasa lebih mahal bagi para pembeli luar negeri yang bertransaksi menggunakan mata uang asing.

Kombinasi melimpahnya pasokan di negara produsen utama, pelemahan harga minyak nabati dunia, dan penguatan ringgit menjadi penekan utama harga CPO di pasar internasional pertengahan pekan ini.

Sumber: idxchannel.com

Artikel Terkait