PEKANBARU, SAWIT INDONESIA - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Provinsi Riau terus mencatatkan tren positif. Hingga 1 September 2026, program ini berhasil menjangkau 55.140,14 hektare kebun sawit dengan total penyaluran dana mencapai Rp1,9 triliun kepada para petani.
Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, mengungkapkan bahwa program yang berlangsung sejak 2017 hingga 2026 ini telah melibatkan 23.789 pekebun yang terwadahi dalam 235 kelembagaan.
“Secara rinci, realisasi terdiri dari 44.244,65 hektare jalur dinas dan 10.895,49 hektare jalur kemitraan,” jelas Supriadi, Senin (21/9/2026).
Program PSR difokuskan untuk membenahi lahan sawit non-produktif, seperti tanaman berusia di atas 25 tahun, memiliki hasil panen di bawah 10 ton TBS per hektare per tahun, atau yang menggunakan benih tidak unggul.
Dalam realisasinya, Kabupaten Kampar mencatatkan luasan terbesar dengan 13.023,74 hektare, disusul Pelalawan (8.890,44 ha), Siak (8.590,42 ha), dan Kuantan Singingi (7.123,94 ha). Sementara wilayah lainnya seperti Indragiri Hulu, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Bengkalis, hingga Dumai turut menyumbang capaian peremajaan tersebut.
Supriadi menambahkan, pelaksanaan PSR kini diperkuat dengan regulasi Kepdir BPDP Nomor 252/2024 yang menaikkan nilai bantuan dana dari Rp30 juta menjadi Rp60 juta per hektare.
Dana bantuan tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk proses tumbang chipping (pembongkaran tanaman tua), penyediaan bibit unggul bersertifikat, penanaman ulang, hingga perawatan awal. Lewat peremajaan ini, produktivitas kebun masyarakat diharapkan kembali melesat dan mampu menyokong kesejahteraan para petani secara berkelanjutan.
Sumber: riauaktual.com














