Jakarta, SAWIT INDONESIA – Guru Besar IPB University Prof. Budi Mulyanto meminta semua pihak untuk melihat jernih usulan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sawit di Indonesia. Kebijakan perluasan ini merupakan strategi pemenuhan kebutuhan pangan dan energi Indonesia.
“Jadi, arahan Presiden Prabowo yang memberikan atensi kuat dan positif pada kelapa sawit sudah tepat sekali, dalam rangka mewujudkan salah satu cita Astacita, yaitu kemandirian pangan dan energi,” kata Prof. Budi Mulyanto dalam perbincangan, Selasa (8 Januari 2025).
Menurutnya, perkebunan sawit harus dapat dikembangkan agar menjdi bagian dari program pemenuhan kebutuhan pangan yang terus meningkat dan pengembangan energi hijau perlu dilakukan, disamping kebutuhan ekspor CPO harus terus dipenuhi untuk mendapatkan devisa bagi negara.
Terkait usulan penambahan lahan sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo dalam Musrenbangnas Kementerian PPN/Bappenas, beberapa waktu. Prof. Budi Mulyanto sangat mendukung perluasan perkebunan sawit yang masih dimungkinkan sebab masih banyak lahan marginal yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Perkebunan sawit yang diklaim pemerintah sebagai kawasn hutan, dikatakan Budi, masih banyak lahan yang tidak berhutan. Maka, pernyataan Menteri Kehutanan menyatakan bahwa akan disediakan 20 juta hektar lahan bagi pengembangan pangan dan energi sangat relevan dan sangat mungkin dari sudut pandang teknis maupun regulasi.
Guru Besar IPB University Prof. Budi Mulyanto menuturkan mendukung perluasan perkebunan sawit yang masih dimungkinkan sebab masih banyak lahan marginal yang belum dimanfaatkan secara optimal.Dikatakan Prof. Budi Mulyanto, tantangannya adalah bahwa masih banyak masyarakat yang memandang bahwa lahan di area yang diklaim sebagai Kawasan Hutan semuanya ditutupi hutan. Solusinya adalah memberi penjelasan secara rasional dengan data yang relevan, sehingga tidak menimbulkan salah faham.
“Berkaitan aspek kelestarian lingkungan, apabila dikembangkan di lahan yang tidak berhutan maka perluasan lahan perkebunan sawit tidak ada hubungannya dengan deforestasi. Malahan pengembangan perkebunan sawit akan terjadi perngembangan lahan marginal sehingga lahan menjadi lebih hijau, lebih produktif secara socsal maupun ekonomi. Kegiatan ini sangat berkontribusi pada perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagaimana dianjurkan PBB,” pungkasnya.














